KUDUS – Tempat-tempat wisata di Kudus telah mendapatkan monitoring dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.
Lokasi wisata yang didatangi seperti Pijar Park, Bukit Coffe, Bukit Krobokan, wisata di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dan lainnya.
Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah, mengatakan monitoring ini untuk memastikan kondisi di lingkungan wisata tersebut aman.
Mulai dari sarpras, seperti tempat cuci tangan, tempat bilas kalau ada waterboomnya, penjaga, kemudian kafenya, dan manajemen dari tempat wisata tersebut.
”Ya, kalau yang berupa kafe kami pastikan dapur bersih, kemudiah bahan baku fresh. Tempat wisaya waterboom kami surve kelancaran air, keamanan tempatnya, yang penting petugas dari pengawasan kolam renangnya,” jelasnya.
Hasil dari monitoring rata-rata pengelola tempat wisata sudah siap semua.
Contohnya di Bukit Coffe, pengunjung terpantau ramai, cuaca mendung, tersedianya toilet dan musala yang memadahi.
Untuk fasilitas pendungnya, terdapat beberapa gazebo tempat makan, kolam renang anak dan kolam renang dewasa.
Kemudian, tersedianya tempat sampah, tempat parkir yang cukup, jumlah pengunjung di batasi sesuai kapasitas, tidak ada event selama Nataru dan harga tiket normal tidak ada kenaikan.
Kemudian, tempat wisata di Desa Rahtawu terpantau saat ini pengunjung sudah mulai ramai. Pos pintu masuk dengan empat orang penjaga.
Dari segi fasilitas, ada tempat makan, toilet, musala, parkir motor yang memadai.
Ditambahkan, tidak adanya event selama Nataru, tidak adanya kenaikan tiket.
Mutrikah mengaku, akan dilaksanakan penutupan portal jika terpantau pengunjung melebihi batas maksimal.
”Ini demi kenyamanan sekaligus keselamatan pengunjung. Karena sudah memasuki musim hujan, kami juga berkolaborasi dengan satgas bencana yang ada di wilayah setempat. Kami berpesan bagi para pengunjung berhati-hati, terutama kalau menuju daerah atas seperti Rahtawu, Colo, karena jalurnya berkelok, mengendarai kendaraannya harus bersabar,” ujarnya. (san)
Editor : Ali Mustofa