Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hasil Otopsi Jasad Pasutri Lansia di Rumah yang Terkunci di Dawe Kudus Keluar, Ini Hasilnya

Galih Erlambang Wiradinata • Rabu, 25 Desember 2024 | 01:53 WIB
TANDA TANYA: Polisi mengevakuasi korban pasangan suami istri yang tewas di rumahnya yang berlokasi di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe.
TANDA TANYA: Polisi mengevakuasi korban pasangan suami istri yang tewas di rumahnya yang berlokasi di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe.

KUDUS - Pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Ternadi, Kecamatan Dawe yang tewas di rumahnya telah selesai dilakukan proses otopsi.

Dari hasil otopsi tersebut ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Pasutri asal Desa Ternadi tersebut ditemukan tewas pada Senin (23/12) siang.

Polisi sebelumnya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TPK) di lokasi.

Usai melakukan identifikasi, kedua jasad tersebut dievakuasi dan diotopis di RSUD Loekmono Hadi.

Menurut keterangan Humas RSUD, dr. Taura Avensia menjelaskan, kedua korban yang tewas tersebut telah selesai diotopsi.

Pasutri tersebut telah dikebumikan pada Selasa (24/12).

Dari hasil otopsi dokter menyebutkan, Runtanah atau istri tulang rusuknya patah. Tak hanya itu, tulang bagian belakang juga ikut patah.

”Sementara pada suami (Sahlan) ada tanda kekerasan di bagian kepalanya,” katanya.

Terkait tanda kekerasan apakah ada dugaan pemukulan, Taura enggan berkomentar banyak. Kasus tewasnya Pasutri ini masih didalami polisi saat ini.

Diketui, Warga Desa Ternadi, Kecamatan Dawe digegerkan oleh sepasang suami dan istri tewas di sebuah rumah.

Polisi tengah menelusuri atas kasus tewasnya sepasang suami tersebut.

Sepasang suami istri tersebut bernama Sahlan, 70, dan istrinya Runtanah, 70. Mereka tewas di rumahnya yang berlokasi di RT 5/3, Desa Ternadi.

Menurut keterangan anak korban, Ikda Masfiah, 47 mengaku kurang tahu kejadian tewasnya kedua orangtuanya tersebut.

Pasalnya ia sudah tidak tinggal satu rumah bersama kedua orangtuanya itu.

Ikda mengaku kaget mendengar bapak kandungnya dan ibu tirinya itu tewas. Sepengetahuannya, kedua orangtuanya tidak memiliki riwayat penyakit yang parah.

"Pertemuan saya terakhir kemarin hari Minggu, siangnya bapak ke sawah," katanya.

Dari informasi yang diperoleh dari pihak keluarga korban, kedua Pasutri ini tewas sekitar pukul 14.00.

Sebelum tewas, cucu korban sempat mengirimkan sarapan ke rumah korban. Cucu korban sempat menggedor pintu rumah korban namun tidak ada respon.

Tetangga di sekitar rumah korban melihat lampu di rumah Sahlan masih hidup pada pukul 13.00.

Tetangga korban mengetuk rumah namun tidak ada respon dari dalam.

Akhirnya, tetangga korban mendobrak rumah milik Sahlan dan keduanya telah tewas.

Sang istri tewas di dalam kamar sedangan suaminya tewas di ruang tamu. (gal)

 

Editor : Ali Mustofa
#tewas #suami istri #pasutri #dokter #kekerasan #Kudus #otopsi #pemukulan