KUDUS – Perpustakaan Nasional memberikan bantuan anggaran pembangunan gedung perpustakaan untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, sebesar Rp10,65 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
”Permohonan bantuan pembangunan gedung perpustakaan dari Pemkab Kudus sudah mendapatkan persetujuan. Kami ucapkan selamat, semoga bantuan ini betul bisa bermanfaat dan nanti setelah dibangun benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” kata Plt Kepala Perpustakaan Nasional RI Aminuddin Aziz di Kudus.
Ia berharap nantinya perpustakaan yang rencananya dibangun di kompleks Balai Jagong Kudus itu untuk dikunjungi dengan niat menambah kebahagiaan karena bisa membaca dan menambah pengetahuan sehingga literasi masyarakat Kudus semakin baik.
Selain itu, Aziz juga berharap, pembangunannya dilaksanakan dengan sepenuh hati dan dimanfaatkan dengan sepenuh hati.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabibie menyampaikan terima kasih kepada Plt Kepala Perpustakaan Nasional RI Aminuddin Aziz yang menyerahkan langsung bantuan tersebut.
”Tentunya masyarakat Kudus mendapatkan kabar baik, perpustakaan nasional memberikan bantuan dalam bentuk DAK tahun 2025 berupa infraturktur fisik di Kudus,” ujarnya.
Nantinya, kata dia, Kabupaten Kudus akan memiliki perpustakaan berstandar nasional dan diikuti penyediaan koleksi buku-buku yang bisa dijadikan referensi dan bacaan semuanya.
Pj Bupati Kudus Hasan, berharap bantuan dari Perpustakaan Nasional ini bisa meningkatkan literasi di Kabupaten Kudus.
Ditempat terpisah, Ketua Pusat Belajar Guru (PBG) Rizky Oktavian Saputra, menjelaskan saat ini telah berjalan Program Literasi Numerasi di Kabupaten Kudus.
Sepuluh sekolah yang lolos Program Literasi dan Numerasi di Kudus, mulai memasuki puncak pembelajaran dan pendampingan, yakni ditutup dengan kegiatan festival di masing-masing sekolah.
”Salah satu sekolah yang telah merampungkan program gagasan dari Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus yang berkolaborasi dengan Bakti Pendidikan Djarum Foundation tersebut, yakni MI Darul Ulum 02 Ngembalrejo,” jelas Rizky.
Sementara, sembilan sekolah lainnya yang masih berproses yakni, MI Maslakul Falah, SDN 1 Pladen, SDN 2 Piji, SDN 3 Karangmalang, SDN 3 Terban, SDN 4 Bulungcangkring, SDN 4 Kesambi, SDN 5 Karangbener, dan SD Widya Kirana.
Ia mengatakan, ini bisa menjadi korelasi dengan bantuan Gedung Perpustkaan dari Perpusnas yang berstandart nasional, bisa juga menunjang kegiatan literasi numerasi.
Perpustkaan di Kudus saat ini sudah baik, namun butuh kelengkapan fasilitas lebih agar menarik minat masyarakat untuk datang ke Perpustakaan.
”Kegiatan di Perpustakaan tidak sekadar membaca, tapi bisa dilengkapi dengan pembelajaran bidang teknologi dan sebagainya. Kami menyambut sangat baik, mudah-mudahan bisa terealisasi secepatnya,” jelasnya. (san)
Editor : Ali Mustofa