Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Berinovasi, SMK Muhammadiyah Jekulo Kudus Buka Jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan Pertama di Karesidenan Pati

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 18 November 2024 | 21:21 WIB
PROGRAM UNGGULAN: Beberapa guru pendamping pada jurusan Otomotif Body Repair SMK Muhammadiyah Jekulo.
PROGRAM UNGGULAN: Beberapa guru pendamping pada jurusan Otomotif Body Repair SMK Muhammadiyah Jekulo.

KUDUS – SMK Muhammadiyah Jekulo (SMK MAJU) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi keterampilan yang diberikan kepada siswanya.

Salah satu terobosan terbaru adalah pembukaan jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR) atau Body Repair, yang kini menjadi jurusan pertama di Karesidenan Pati.

Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang, khususnya di bidang otomotif.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Jekulo, Salim, menyampaikan bahwa jurusan TBKR ini memiliki peran yang sangat strategis dalam mempersiapkan generasi yang siap terjun ke dunia kerja, khususnya dalam sektor otomotif.

“Jurusan TBKR ini adalah yang pertama di Karesidenan Pati, dan kami sangat bangga dipercaya menjadi SMK pelaksana serta SMK Pusat Keunggulan melalui Skema Pemadanan Dukungan (SPD). Dengan dukungan ini, sekolah kami dapat menyediakan fasilitas dan peralatan praktik yang sesuai dengan standar industri,” ujarnya.

Jurusan TBKR di SMK MAJU fokus pada perbaikan dan perawatan bodi kendaraan, khususnya mobil, yang merupakan bidang yang sangat dibutuhkan oleh industri otomotif.

Jurusan ini juga dilengkapi dengan ruang praktik siswa (RPS) yang dilengkapi dengan peralatan canggih serta fasilitas pendukung lainnya yang mengacu pada standar industri.

Selain itu, para siswa juga didampingi oleh pengajar yang sudah berpengalaman dan memiliki latar belakang industri, serta mengikuti program magang di Dunia Usaha Dunia Kerja (IDUKA) yang relevan.

“Selain membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan keterampilan praktis, kami juga ingin menciptakan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja atau bahkan menciptakan peluang usaha mereka sendiri. Kami berencana untuk mengembangkan program **Teaching Factory (TEFA)**, sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat langsung terlibat dalam proses produksi nyata,” jelas Salim.

SMK MAJU berharap dengan adanya jurusan TBKR ini, lulusannya dapat dengan mudah terserap di dunia kerja atau bahkan berwirausaha.

“Kami ingin menciptakan generasi yang unggul, mandiri, dan berkarakter, yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang otomotif,” tambahnya.

Selain jurusan TBKR, SMK MAJU juga membuka program pendidikan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yakni Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

Jurusan ini banyak diminati oleh siswa, terutama oleh siswa putri, karena peluang karirnya yang luas di sektor IT.

Fasilitas yang dimiliki untuk mendukung pembelajaran TJKT pun sangat lengkap, mulai dari laboratorium hardware, software, networking, hingga lab Intel education dan fiber optic.

Lulusan dari jurusan TJKT diharapkan dapat bekerja di berbagai bidang yang berkaitan dengan perangkat keras, perangkat lunak, aplikasi, serta jaringan internet yang saat ini menjadi tulang punggung dunia digital.

Selain jurusan otomotif mobil, SMK MAJU juga menyediakan Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) yang memfokuskan pembelajaran pada sektor otomotif sepeda motor. Di jurusan ini, para siswa diajarkan untuk melakukan perawatan dan perbaikan sepeda motor sesuai dengan standar industri.

Sekolah ini dilengkapi dengan bengkel dan workshop Teaching Factory (TEFA) yang memfasilitasi siswa untuk belajar langsung dengan kondisi industri yang sesungguhnya.

Menghadapi perkembangan teknologi otomotif yang semakin pesat, khususnya peralihan dari sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ke sepeda motor listrik, SMK MAJU telah merespons dengan cepat.

“Kami bekerja sama dengan industri yang relevan untuk mengikuti tren perkembangan sepeda motor listrik. Kami berharap ke depannya, siswa kami dapat memproduksi atau merakit sepeda motor listrik yang ramah lingkungan,” jelas Salim.

Salim menambahkan, tujuan utama dari seluruh program pendidikan yang ada di SMK MAJU adalah untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin para siswa kami tidak hanya memiliki kompetensi yang tinggi, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan adanya program yang tepat, siswa SMK MAJU diharapkan mampu bersaing di pasar kerja global, maupun mandiri dalam berwirausaha,” pungkasnya.

Dengan berbagai program unggulan di bidang otomotif dan teknologi informasi, SMK Muhammadiyah Jekulo (SMK MAJU) semakin siap melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga berdaya saing tinggi di era industri 4.0. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#SMK Muhammadiyah Jekulo #SMK Maju #Kudus #pendidikan #Teknik Bodi Kendaraan Ringan