KUDUS – Siswa SMAN 1 Gebog mengikuti Panen Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan menampilkan fashion show Bhineka Tunggal Ika hingga pameran teknologi.
Semangat siswa menampilkan karya sangat luar biasa. Salah satu yang menarik yaitu pameran teknologi dari siswa kelas XII.
Seperti karya sensor menggunakan kartu yang ada chip-nya untuk membuka lemari.
Mereka menciptakan alat tersebut, hanya membutuhkan waktu satu pekan.
Uniknya, pintu lemari kecil tanpa menggunakan kunci, cukup dengan menempelkan kartu pada sensornya, pintu bisa terbuka.
Bahkan, dengan hitungan menit akan mengunci secara otomatis.
”Ini seperti brankas digital. Bisa dibuka-tutup menggunakan kartu. Tapi tidak semua kartu bisa untuk membuka," jelas Muhammad Sabilul Huda, siswa kelas XII-F3.
"Data harus dimasukkan dalam program lebih dulu. Bahkan, KTP juga bisa digunakan, asalkan dimasukkan dalam program,” lanjutnya.
Untuk karya lain, ada yang membuat hiasan tumbuhan dari bahan bekas dan yang paling membuat ramai fashion show Bhineka Tunggal Ika.
Masing-masing kelas menampilkan pakaian adat, seperti dari Badui, Minangkabau, dan Jawa.
Kepala SMAN 1 Gebog Kudus Sukarno menjelaskan, pameran karya P5 ini, merupakan puncak acara yang sebelumnya sudah dilakukan proyek P5 yang disesuaikan dengan tema. Untuk masing-masing kelas dikelompokkan.
”Kegiatan ini dalam rangka Panen Projek P5. Hampir setengah pekan projek P5 ini berjalan. Untuk tema kelas X, yakni ”Gaya Hidup Berkelanjutan” dengan membuat ecoprint dan daur ulang sampah platik,” jelasnya.
Sukarno menambahkan, kelas XI performance fashion show Bhineka Tunggal Ika mengangkat budaya dari seluruh Indonesia.
Kemudian kelas XII membuat produk teknologi berupa sensor dan lainnya. (san/lin/*)
Editor : Ali Mustofa