KUDUS – Calon Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka perceraian di Kabupaten Kudus.
Hal itu diketahui alam debat kandidat Bupati-Wakil Bupati Kudus yang digelar di Hotel Griptha Kudus pada Rabu (13/11).
Menurut Sam'ani, dua faktor utama yang menyebabkan perceraian adalah masalah ekonomi dan pernikahan dini.
“Angka perceraian di Kudus memang sangat tinggi, mencapai 500 kasus cerai gugat pada semester pertama 2024, atau sekitar 83 kasus per bulan. Ini merupakan masalah yang harus segera ditangani,” ujar Sam'ani saat menjawab pertanyaan dari panelis.
Sam'ani menambahkan, untuk mengatasi masalah perceraian yang disebabkan oleh faktor ekonomi, pemerintah harus hadir dengan berbagai solusi, salah satunya melalui pelatihan bagi calon pengantin yang belum memiliki stabilitas ekonomi.
Dengan pelatihan ini, diharapkan pasangan yang akan menikah dapat mempersiapkan kondisi keuangan yang lebih baik, sehingga kehidupan rumah tangga mereka bisa lebih terjamin.
Selain itu, faktor pernikahan dini juga menjadi sorotan Sam'ani. Menurutnya, pernikahan di usia dini seringkali tidak dilandasi oleh kesiapan mental yang cukup, yang berpotensi menimbulkan perceraian.
Sam'ani mengusulkan agar pemerintah melalui tenaga medis seperti bidan dan dokter, serta lembaga terkait, lebih aktif dalam memberikan edukasi tentang kesiapan mental dan fisik bagi pasangan yang ingin menikah.
“Pemerintah bisa hadir dengan pembinaan sebelum dan sesudah pernikahan. Dengan begitu, pasangan suami istri akan lebih siap dalam menjalani kehidupan rumah tangga,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sam'ani juga mencontohkan kehidupannya sendiri.
"Saya sudah 30 tahun bersama istri saya, Mamah Iin, dan saya berkomitmen untuk setia pada satu pasangan seumur hidup," ujar Sam'ani sambil tersenyum dan menatap istrinya.
Lebih lanjut, Sam'ani menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat dalam mengatasi masalah perceraian.
Ia menekankan bahwa keluarga adalah tiang negara, dan kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kondisi keluarga di tingkat dasar.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat Kudus untuk saling bahu-membahu dalam menciptakan keluarga yang harmonis.
“Marilah kita bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Agar Kudus sehat, baik orangnya, pernikahannya, maupun lingkungannya. Pesan saya, setialah kepada istri masing-masing,” tutup Sam'ani.
Dengan solusi yang disampaikan Sam'ani, diharapkan perceraian di Kudus dapat diminimalisir dan keluarga-keluarga di Kabupaten Kudus dapat lebih stabil dan harmonis. (*)
Editor : Abdul Rokhim