KUDUS – BPBD Kudus menyelenggarakan pelatihan penanganan bencana dan pengelolaan logistik untuk para relawan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan relawan di lapangan.
Pelatihan tersebut diadakan di Agro Wisata Kampung Kuto Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus pada Selasa (12/11).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari setiap organisasi yang terkait. Sekitar 50 peserta telah hadir untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 sampai dengan 13.00 WIB. Dimulai dengan penyampaian beberapa materi pihak BPBD. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan simulasi.
Materi yang disampaikan sangat lengkap terkait penanganan bencana dan pengelolaan logistik. Setelah menerima materi, peserta melakukan praktik atau simulasi terkait gempa.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dengan sungguh-sungguh. Suasana di lokasi ketika simulasi juga terlihat panik karena bunyi sirine dan peserta yang ekspresif.
Para relawan hadir sebagai peserta. Mereka berasal dari beberapa organisasi, diantaranya Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), Desa Tangguh Bencana (Destana), PKK, Dharma Wanita, Dinas Sosial, Fatayat NU, Pengurus Aisyiyah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, dan lain-lain.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kudus, Mundir mengatakan pelatihan penanganan bencana dan pengelolaan logistik ini berfokus pada Gempa Megathrust.
Gempa Megathrust adalah salah satu gempa dahsyat yang dapat terjadi di zona subduksi, disebabkan oleh lempeng tektonik yang saling bertabrakan.
“Kami hanya meberikan edukasi, membekali pengetahuan dan wawasan terkait Gempa Megathrust. Bencana kan kehendak Tuhan, kalau bisa ya jangan,” ujarnya.
Mundir berharap rekan kerja BPBD memiliki kapasitas yang terus meningkat setiap mengikuti pelatihan.
Setelah itu, peserta yang mengikuti pelatihan dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat luas.
“Mereka minimal bisa mengedukasi, mulai dari kelompok terkecil masyarakat, yaitu keluarga,” tutupnya. (dik/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma