KUDUS – Seorang nenek ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di kamar. Lokasinya di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Penemuan mayat nenek bernama Sri Suwarni ini bikin gempar warga RT 6/2, Desa Loram Wetan.
Perempuan berusia 66 tahun diduga sudah meninggal sejak tiga hari lamanya.
Warga sekitar baru mengetahui jasad tersebut pada Senin (11/11) sore. Hal itu diketahui saat anak korban YA melaporkan kepada ketua RT setempat.
Dari informasi yang dihimpun, anak terakhir korban berinisal HG, 29 bersama ibunya di dalam kamar.
Anak korban sedang bermain dengan seekor kucing di atas Kasur. Di samping itu, HG juga diduga memiliki ganguan kejiwaan.
Ketua RT 6/2, Abdul Rozaq mengatakan, saat Minggu (10/11) warga setempat melakukan kerja bakti di sekitar rumah korban yang merupakan pensiunan guru.
Warga yang ikut kerja bakti mengaku mencium bau menyengat dari rumah korban.
”Kami sempat mencium bau busuk, tapi ga tahu kalau itu adalah bau dari jasad korban yang ada di kamarnya,” katanya.
Rozaq menambahkan, sebelum ia mengetahui peristiwa tersebut, anak korban Y melaporkan kondisi ibunya yang terbaring di lantai kamar itu kepadanya.
Sebelumnya, Y sempat dihubungi oleh adiknya HG untuk diminta mengirimkan makanan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Senin (11/11) pagi.
HG mengaku dua hari belum makan.
Y yang sedang sibuk, mengirimkan makanan ke rumah ibunya tersebut pada Senin sore. Rozaq mengaku rumah tersebut ditutup dan digembok.
”Setelah masuk di cari, ga ada orang. Ternyata di kamar adiknya bersama ibunya. HG yang diminta membukakan pintu mengaku tidak bisa. Kuncinya ga ada, kuncinya dibawa ibu,” katanya.
Y akhirnya melihat kondisi adiknya dari jendela luar rumah. Saat dilihat, ibunya sedang tengkurap di lantai kamar dan bersimbah darah.
”Lalu anak korban melaporkan ke saya, lapornya begini, Pak RT ibu tingali mpun seda apa dereng (Ibu tolong lihat sudah meninggal apa belum),” ungkapnya.
Rozaq kemudian mengecek lokasi dan melihat kondisi korban dari atas jendela.
Menurut informasi yang diperoleh Rozaq, kepala korban bersimbah darah. Hal tersebut diduga ada pembuluh darahnya yang pecah.
Mengetahui kejadian tersebut, RT setempat melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Pada Senin malam korban dievakuasi ke RSUD Loekmonohadi untuk diotopsi. (gal)
Editor : Ali Mustofa