KUDUS – Rumah berukuran sederhana di gang sempit Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, tiba-tiba menjadi pusat perhatian warga pada Minggu (3/11) malam.
Rumah bercat abu-abu yang berada di lingkungan padat pendudukitu digerebek oleh aparat kepolisian dari Densus 88.
BI diduga anggota jaringan teroris. Meski demikian, belum diketahui secara pasti terkait keterlibatan tersebut.
Selama ini, BI dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan tetangga.
BI tinggal di rumah tersebut bersama istri dan tiga anaknya yang masih kecil.
Ia baru dua tahun menetap di Gribig, menumpang di rumah ibunya. KTP BI tercatat masih beralamat di Desa Barongan, RT 2/RW 3.
Penggerebekan itu mengejutkan warga sekitar yang selama ini hampir tidak pernah melihataktivitas mencurigakan di kediaman BI.
Seorang tetangga, Slamet, menceritakan bagaimana BI hanya keluar rumah pada malam hari, karena profesinya sebagai ojek online.
"Siang hari dia selalu di rumah. Warga jarang melihatnya karena dia juga jarang bersosialisasi," kata Slamet.
Pada Senin pagi (4/11), setelah penangkapan BI, Densus 88 kembali datang ke rumah tersebut dengan empat mobil. Dua mobil diparkir di ujung gang sebelah barat, dan dua lainnya di ujung timur.
Sekitar 20 personel berseragam lengkap melakukan penggeledahan, mencari barang bukti yang dapat memperkuat dugaan keterlibatan BI dalam jaringan terorisme.
Rumah BI terletak di lingkungan yang sulit dijangkau, melewati kawasan pabrik rokok dengan akses gang kecil di sisi kanan jalan.
Dari ujung gang, rumah BI hanya berjarak sekitar 100 meter, berada di belokan kecil.
Ukuran depan rumahnya sekitar lima meter dengan panjang ke belakang tujuh meter, membuatnya terlihat lebih sempit di antara bangunan lain yang berdempetan.
Situasi penggerebekan berlangsung tegang. Ibu BI, yang saat itu berada di rumah, terlihat mengenakan kerudung dan gamis coklat.
Wajahnya sembab dan tampak menangis saat menyaksikan rumahnya diperiksa.
Namun, ia menolak memberi keterangan kepada media yang mencoba mencari informasi lebih lanjut.
Meski begitu, sosok BI, yang dikenal tertutup dan jarang terlihat di masjid atau tempat umum lainnya, membuat warga tak menyangka dirinya terlibat dalam kegiatan yang diduga berbahaya tersebut.
"Biasanya kalau ke warung, dia cuma membeli barang dan langsung pulang, tanpa banyak bicara," tambah Slamet.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait barang bukti atau hasil penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Kudus AKBP Ronni Bonic mengonfirmasi bahwa operasi tersebut dipimpin oleh Densus 88, yang saat ini masih terus mendalami keterlibatan BI. (dik/khim)
Editor : Abdul Rokhim