KUDUS – Air Terjun Montel di Desa Japan, Dawe, Kudus ini terdampak kekeringan. Dampaknya, debit air yang tercurah pun menurun.
Penyebab debit air turun karena jumlah penduduk terus bertambah.
Air Terjun Montel mengalami kekeringan sudah dua bulan ini. Kemarau panjang sangat berpengaruh terhadap kuantitas debit air.
Terlebih lagi air dari atas air terjun dialirkan ke rumah-rumah warga menggunakan pipa air.
Debit air terjun yang sedikit tentunya menjadi tanggung jawab Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai pengelola wisata setempat.
Warga sudah diimbau untuk memasang pipa air sesuai kebutuhan. Menggunakan air dengan bijaksana untuk kebutuhan sehari-hari.
Bendahara KTH, Hendro mengatakan warga sekitar menggunakan air ini untuk keperluan sehari-hari.
Namun, semakin tahun jumlah penduduk setempat makin bertambah. Pemukiman menjadi padat, otomatis kebutuhan air juga makin banyak.
Warga memasang pipa air dengan dana pribadi. Air tersebut dialirkan ke desa-desa sekitar.
Sebab, mayoritas warga disana tidak mengunakan air PDAM maupun dari sumur, melainkan dari sumber air terdekat.
Terkait solusi dari berkurangnya debit sumber air, pihak KTH menjadwalkan akan ada penertiban terkait pemasangan pipa air.
Sebenarnya sudah ada solusi terkait air, baru direncanakan mungkin setelah pilkada.
”Kami usahakan nanti akan mengatur air untuk masyarakat sama air untuk wisata (air terjun). Supaya masyarakat sekitar tidak mengeluh kekurangan air dan pengunjung tidak merasa kecewa dengan pemandangan yang disuguhkan Air Terjun Montel,” kata Hendro pada Rabu (23/10).
Setelah adanya penertiban objek wisata Air Terjun Montel saya berharap debit airnya kembali seperti semula.
”Artinya, airnya memang terjun, bukan cuma namanya,” harapnya. (dik/him)
Editor : Ali Mustofa