Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Puluhan Manuskrip Ulama Abad Ke-18 Ditampilkan dalam Pameran Turats ”Hari Santri Exhibition” di Kudus

Ali Mustofa • Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:03 WIB
BERUSIA RATUSAN TAHUN: Pengunjung melihat manuskrip dan kitab karya ulama Kudus zaman dulu pada Pameran Turats Hari Santi Exhibition kemarin.
BERUSIA RATUSAN TAHUN: Pengunjung melihat manuskrip dan kitab karya ulama Kudus zaman dulu pada Pameran Turats Hari Santi Exhibition kemarin.

KUDUS – Memeringati Hari Santri 2024, Pondok Pesantran (Ponpes) Al Yasir menggelar acara Hari Santri Exhibition.

Di antaranya diisi Pameran Turats yang digelar oleh Santri Mbareng dan Komunitas Turats Ulama Kudus.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari (20-22/10) ini, menghadirkan manuskrip atau karya tulis ulama Kudus yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Pameran Turats Ulama Kudus yang digelar di Gedung Fadlil Institute, Jekulo, Kudus, ini, menyajikan beberapa karya ulama Kudus dari lintas generasi.

Baik yang dicetak maupun ditulis tangan langsung sebagai manuskrip.

Manuskrip yang berjumlah 50 kitab ini, menjadi saksi sejarah perjalanan intelektual para ulama Kudus yang telah berkontribusi terhadap perkembangan ilmu keagamaan.

Kitab-kitab itu, berisi berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu fiqih, falak, qiroah, dan tauhid.

Salah satu peninggalan yang paling tua kitab ”Tarjamah Minhaj Attholibinadalah” karya Tuan Haji Ismail dari abad ke-18.

Selain menampilkan kitab-kitab klasik itu, juga ditampilkan foto-foto klasik dan biografi ulama.

Digelar juga kegiatan menarik lain, seperti bazar buku, launching buku, dan bedah buku.

Ketua Pameran Turats Ulama Kudus Muhammad Mukhin mengatakan, pameran ini bertujuan memperkenalkan warisan intelektual para ulama kepada masyarakat umum.

”Kami tergerak melakukan ini, karena kesadaran terkait sejarah. Juga telah banyak orang yang tidak peduli dengan warisan ulama. Jadi, kami berusaha melestarikan,” ujarnya.

Melalui pameran ini, Makhin berharap, supaya masyarakat lebih peka terhadap pentingnya kesadaran dalam menjaga dan memanfaatkan warisan intelektual para ulama Kudus. (dik/lin)

Editor : Ali Mustofa
#karya ulama #ponpes #manuskrip #Intelektual #hari santri #pameran turats #Kudus