KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus terus mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengan (UMKM) serta kantin sekolah untuk memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin keamanan pangan.
Upaya untuk menggerakkan agar memiliki SLHS ini menyusul adanya wacana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang akan menggandeng pelaku usaha katering dan kantin sekolah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabid Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus Nuryanto menyampaikan bahwa saat ini, pelaku usaha catering yang mengantongi SLHS masih minim.
Padahal, sertifikat itu menjadi bukti bahwa keamanan pangan di tempat produksi terjamin aman.
“Kita sudah memfasilitasi, tahun ini (2024) sudah tiga kali kita laksanakan pelatihan, dan masih ada satu kali pelatihan lagi. Memang untuk satu event pelatihan ada kuotanya, maksimal 45 peserta,” ujar Nuryanto, kemarin (7/10) 2024.
Pihaknya menjelaskan, untuk mendapatkan SLHS perlu komitmen yang serius dari pelaku UMKM.
Mereka harus mengurus izin usaha dahulu melalui lama OSS secara digital di Mall Pelayana Publik (MPP) Kabupaten Kudus.
Setelah itu, mereka akan melakukan pelatihan keamanan pangan bersama DKK Kudus selama satu hari, meliputi pelatihan proses memilah dan menerima bahan baku dari pasar, cara memasak, packing (pembungkusan), hingga menakar kandungan gizi.
Selanjutnya, dilakukan kegiatan infeksi kesehatan lingkungan (IKL), yang mana DKK akan berkunjung ke dapur produksi dari pelaku UMKM.
Sekaligus melakukan uji air yang digunakan, untuk diperiksa dan di tes di laboratorium.
“Uji ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kandungan berbahaya seperti E-Coli atau salmonella yang bisa menyebabkan diare dan sebagainya,” paparnya.
Setelah semua uji dilakukan, DKK Kudus akan memberikan sertifikat pelatihan dan surat rekomendasi, yang kemudian dapat diunggah di OSS secara digital.
Apabila dirasa laik, maka MPP akan mengeluarkan SLHS untuk UMKM tersebut. Begitupun dengan sekolah, prosedurnya juga sama.
Lebih lanjut, Nuryanto membeberkan bahwa hingga saat ini, dari ratusan UMKM katering yang ada di Kabupaten Kudus, baru ada sekitar 14 pelaku UMKM yang mengantongi SLHS.
Sementara untuk kantin sekolah, baru ada di MTs Negeri 1 Kudus. (san/him)
Editor : Ali Mustofa