KUDUS – Tiga pejabat pratama di lingkungan Pemkab Kudus resmi dilantik pada Kamis (3/10) siang.
Pelantikan pejabat ini dikemas secara berbeda dari biasanya. Para pejabat ini mengucap sumpah di bawah kaki Menara Kudus dan Rajah Kolocokro.
Tiga pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya ini Sulistyowati menjabat sebagai kepala Bappeda Kudus, Famny Dwi Arfana menjabat sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Andy Imam Santosa.
Selain tiga pejabat yang dilantik, jajaran kepala Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD) turut mengikrarkan sumpah di tempat yang sama.
Sebelum ketiga pejabat dan OPD mengikrarkan sumpah, Pj Bupati Kudus, M. Hasan Chabibie berziarah terlebih dahulu ke makam Sunan Kudus.
Ziarah tersebut diikuti juga dengan jajaran kepala OPD di Pemkab Kudus.
Pj Bupati Kudus, M. Hasan Chabibie mengatakan, pelantikan ini memang dilaksanakan secara berbeda.
Lantaran proses seleksi jabatan dilaksanakan secara istimewa. Oleh karena itu, pelantikan juga dilaksanakan dengan cara istimewa.
”Jadi menurut saya tempat yang istimewa di Kabupaten Kudus adalah di Menara Kudus,” katanya.
Selain itu, tujuan yang kedua untuk meningkatkan landasan nilai spiritualitas seperti yang dicontohkan Sunan Kudus.
Dengan begitu para pejabat bisa bekerja dengan koridor dan melayani masyarakat Kabupaten Kudus penuh rasa tanggung jawab.
”Memang dari dulu urusan sosial, kemasyarakatan, hingga politik dilaksanakan di Menara Kudus. Ini dibuktikan dengan di makamkannya bupati pertama dan kedua di kompleks Makam Menara Kudus,” ungkapnya.
Pj Bupati Hasan berharap dengan pelantikan ini, para pejabat yang dilantik dan berikrar dengan menata niat dan membersihkan hati.
Serta memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kudus, Famny Dwi Arfana mengaku, deg-degan saat dilantik di bawah kaki Menara Kudus.
Dia mengaku baru pertama kali dilantik di sana.
”Deg-degan iya, merinding iya, karena tempat yang sakral. Yang penting kami laksanakan dengan niat yang baik Insyaallah akan berjalan lancar (Adanya mitos kolocokro),” katanya.
Sementara itu, Abdul Jalil pengurus Yayasan Masjid Mendara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengatakan, mengapresiasi inisiatif yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Kudus tersebut.
Hal tersebut menjadi momentum mengembalikan sejarah Kabupaten Kudus.
Sebelumnya, kata dia para pejabat pemerintahan Kabupaten terdahulu dilantik di kawasan Menara Kudus.
Itu sebagai langkah untuk menyadarkan dan melekatkan bahwa jati diri Kudus berada di Menara.
”Ya benar tadi para pejabat dilantik di bawah rajah Kolocokro yang berada di atas pintu menuju tajug,” katanya.
Jalil menambagkan, Rajah Kolocokro bukanlah berkonotasi negatif. Fungsi dari rajah tersebut adalah mensucikan diri dari sifat negatif para pejabat.
”Jadi pemengang pejabat harus bersifat amanah, harus suci. Pejabat yang takut mengenai Rajah Kolocokro menandakan ada sesuatu,” ungkapnya.
Sementara terkait ikrar yang diucapkan di bawah Rajah Kolocokro tersebut merupakan bagian dari janji yang yang harus dipertanggung jawabkan.
Baik di dunia maupaun di akhirat. (gal/him)
Editor : Ali Mustofa