Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Baik, Desa Gulang Terima Bantuan Mesin Pencacah Sampah dari Dinas PKPLH Kudus, Begini Penampakannya

Sekarwati • Kamis, 12 September 2024 | 18:52 WIB

 

OPTIMISTIS: Bantuan mesin pencacah tiba di BUMDes Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus beberapa waktu lalu.
OPTIMISTIS: Bantuan mesin pencacah tiba di BUMDes Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus beberapa waktu lalu.

KUDUS – Pemerintah Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus mendapatkan bantuan mesin pencacah sampah dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus.

Mesin tersebut nantinya ditempatkan di TPS 3R untuk mengolah sampah plastik yang didapatkan dari rumah-rumah warga.

Kepala Desa Gulang Aris Subkhan mengatakan, sementara ini mesin pencacah di letakkan di tempat penampungan sampah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Mesin tersebut nantinya diuji coba terlebih dahulu sebelum ditempatkn di TPS 3R Desa Gulang.

”Kalau saya ingin digunakan secepatnya. Apalagi sampah-sampah plastik banyak yang sudah menunpuk,” katanya kemarin.

Ia menyebut, pemberian bantuan itu hasil pengajuan dari pihak desa karena melihat pengelolaan sampah yang hanya dipilah saja.

Masyarakat menyetorkan sampah plastik ke BUMDes untuk kemudian ditabung di bank sampah.

Sehingga kedepannya, ia ingin ada sampah dapat diolah dan menghasilkan nilai rupiah.

”Jadi sampah bisa dicacah dan dipres. Sehingga bobotnya lebih banyak untuk dijual kembali,” imbuhnya.

Selain itu, pemberian bantuan juga melihat manajemen sampah di Desa Gulang dinilai sudah maju.

Begitu pula dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Warga dengan suka rela datang ke BUMDes untuk menyetorkan sampah rumah tangga setiap seminggu sekali.

”Sekarang sudah 15 ribu warga yang tercatat sebagai nasabah sampah,”  ujarnya.

Sementara itu, pihaknya masih dalam proses pembangunan TPS 3R. Rencananya dibangun dalam waktu dua bulan.

TPS 3R tersebut nantinya dilengkapi mesin pencacah untuk mengurangi penyetoran sampah di TPA Tanjungrejo.

”Jika biasanya tiga hari sekali menyetor ke TPA Tanjungrejo, mungkin kedepannya akan lebih berkurang dengan mesin pencacah sampah,” paparnya. (wat/him)

Editor : Ali Mustofa
#bank sampah #mesin pencacah #sampah #BUMDes #Kudus #nasabah