KUDUS – Atlet Kabupaten Kudus yang berlaga di PON Aceh sempat mengeluhkan pemberian uang saku dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus. Uang saku tersebut dianggap nilainya kurang.
Diketahui uang saku yang diberikan KONI kepada atlet sebesar Rp 500 ribu per atlet. Sementara saat ini ada 44 atlet beserta pelatih yang berangkat ke PON Aceh.
Pelatih Pencak Silat, Mas’ud mengaku uang saku yang diberikan sebesar Rp 500 ribu tergolong kurang. Dia mengetahui atlet pecak silatnya memperoleh uang saku sebesar itu.
”Saya kira itu kurang, ga tahu atlet lain dapatnya berapa,” katanya.
Dia menambahkan, KONI Kudus harus mengetahui pasti kalender even olahraga yang berjalan selama ini. Dengan mengetahui jadwal tersebut, kucuran anggaran tidak mengalami kekurangan.
Mas’ud hanya berharap atletnya yang tampil di PON tidak terpengaruh atas pemberian uang saku tersebut. Atletnya bisa tampil maksimal dan pulang membawa emas.
”KONI Kudus seharusnya berkomunikasi dengan KONI Jateng, even apa saja yang terselenggara tiap tahunnya. Jadi tidak ada alasan tidak ada anggaran,” ungkapnya.
Sementara itu, atlet Pencak Silat, Safira Dwi Meilani membenarkan dirinya memperoleh uang saku Rp 500 ribu. Iritnya, ia tidak mempermasalahkan nominal tersebut.
Menurut Safira, daerah lain uang saku yang diterima atlet memang berbeda-beda. Namun nominalnya lebih dari Rp 500 ribu. Dia mencontohkan, uang saku yang diberikan mulai dari Rp 1,5 juta- Rp 2,5 juta.
”Kalau saya diberi berapapun tetap alhamdulilah dan tidak mempermasalahkan. Kalau teman atlet lainnya masih kurang,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kudus, Sulistyanto menyatakan ada kesalahpahaman terkait pemberian uang saku tersebut. Dia menyebut bukan uang saku melainkan uang transport atlet dari Semarang ke Kudus, karena mereka tengah menjalani training center di Semarang.
Terkait uang saku, kata Sulis memang tidak ada. Alasannya dikarenakan tidak ada anggaran dari KONI Kudus.
Sementara terkait uang transport tersebut nominalnya tidak Rp 500 ribu. Total uang yang diberikan per atlet melainkan Rp 1 juta per atletnya.
”Kami memberikan uang transport Rp 1 juta, sumbernya dari KONI, Pengkab, dan Pemkab Kudus. Untuk anggaran uang saku kami memang tidak ada,” jelasnya.
Sulis menambahkan, untuk uang saku ini sebenarnya memang tanggung jawab dari KONI Jateng. Namun pihak KONI Kudus berupaya tetap memberikan apresiasi kepada para atlet yang berlaga di PON Aceh. (gal/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma