KUDUS - Paslon Bacabup-Bacawabup Kudus Sam’ani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton sebelum mendaftar ke KPU Kudus kemarin, meminta doa dan restu orang tuanya di kediaman Sam’ani di Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati.
Di rumah Sam’ani itu, juga didatangani ribuan pendukungnya.
Disediakan beragam makanan seperti bakso, soto kerbau, lentog tanjung, jajanan pedagang kaki lima, dan lainnya.
Sam’ani dan Belinda juga menggelar doa bersama dipimpin KH Ulin Nuha dan KH Ahmad Asnawi.
Sebelum berdoa, Bellinda meminta doa kepada ayah dan ibunya, Edy Birton beserta istri.
Kemudian diberikan kalung bunga sebagai wujud restu, agar harapannya bisa terwujud.
Disambung dengan pemberian tokoh wayang kulit Bima dan Srikandi dari Pembina Parta Gerindra Kudus H. Haryanto.
Ia mengatakan, Bima mempunyai watak ksatria, berani menegakkan keadilan, serta berbudi pekerti luhur dan jujur.
”Srikandi menggambarkan penanggung jawab keselamatan dan menjadi senopati perang Pandawa,” katanya.
Usai berdoa, dilantunkan salawatan mengiri langkah paslon dengan akronim Santri ini.
Setelah acara selesai, paslon ini menuju KPU didampingi keluarga serta para pendukung. Untuk Sam’ani memilih jalan kaki ke KPU.
Namun, sebelumnya mampir terlebih dulu ke rumah ibunya yang jaraknya 300 meter dari rumahnya untuk berpamitan dan meminta doa.
Sementara Belinda datang ke kantor KPU dengan iring-iringan becak.
Diikuti sejumlah ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai politik (parpol) pengusungnya, meliputi PKB, PDIP, Hanura, Nasdem, PPP, PAN, dan PKS. Termasuk seribuan pendukung lain yang kompak memakai kaus bertulis ”Samani-Bellinda”.
Usai meminta doa restu keluarga terdekat, pasangan dengan tagline ”Kudus Sehat” itu, datang ke Kantor KPU Kudus berjalan kaki dikawal Laskar Ababil dan diikuti ribuan pendukung.
Mereka ada yang datang dengan menaiki 22 armada bus, 300-an motor, jalan kaki, dan 20-an becak.
Sepanjang jalan dari rumah Sam’ani hingga kantor KPU, ratusan personel TNI/Polri, Satpol PP, hingga Dishub terlihat ikut menjaga keamanan.
Hingga sekitar pukul 14.40, rombongan tiba di kantor KPU Kudus dan diterima komisioner KPU Kudus.
Sam’ani mengatakan, dipilihnya Rabu untuk mendaftar, selain bagus di perhitungan, juga tepat saat Tuhan menciptakan cahaya.
Ia berterima kasih kepada ketua parpol pengusung dan relawan yang mendampingi mendaftar di KPU.
Dalam penyampaian berkas, paslon ini dinyatakan lengkap oleh KPU Kudus. Jika ada kekurangan bisa diperbaiki hingga 8 September mendatang.
Terkait nomor urut, paslon Santri pasrah. Terpenting pasangan Santri ini bisa memenangi Pilbup 2024.
”Target kami menang tanpa ngasorake (merendahkan),” imbuhnya.
Sementara itu, alasan Sam’ani berjalan kaki menuju kantor KPU Kudus, karena sesuai tageline yang mereka usung ”Kudus Sehat”.
Sedangkan Bellinda yang naik becak untuk peduli terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun pekerja rentan.
Sementara itu, Bellinda Birto mengaku deg-degan saat mendaftar ke KPU Kudus.
Ia mengaku semalam tak bisa tidur, karena akan mendaftar ke KPU.
”Ini sama rasanya deg-degan saat ujian di kuliah. Padahal ini baru mendaftar,” ungkapnya.
Bellinda berterima kasih kepada partai pengusung yang mengantarkan jalan hingga sampai detik ini.
Ia berharap bisa menjalankan pilkada menyukseksan pasangan Santri bisa menang.
Perempuan yang berlatarbelakang dokter ini mengaku, Sam’ani merupakan birokrat sejati dan mengayomi.
Selain itu, sosoknya bersih dan tak tersangkut hukum.
”Karena saya ingin mendidikan diri kepada masyarakat dengan background perempuan dan masih muda ingin mendedikasikan untuk Kudus,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan, pasangan Sam’ani-Bellinda menjadi pendaftar pertama. Proses pendaftarannya berlangsung lancar.
”Berkas kami nyatakan lengkap. Selanjutnya, ada tahapan penelitian administrasi dengan batas waktu 8 September,” katanya.
Pasangan Santri ini, diberi surat pengantar untuk pemeriksaan di RS Kariyadi Semarang. Tes kesehatan ini, dilaksanakan pada 30-31 Agustus.
KPU juga telah menerima konfirmasi paslon yang mendaftar hari ini (29/8), yakni pasangan Hartopo-Mawahib. (gal)
Editor : Ali Mustofa