Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Pranoto, Anggota Dewan Kudus yang Peduli Wong Cilik dan Yatim Piatu

Noor Syafaatul Udhma • Rabu, 28 Agustus 2024 | 17:37 WIB

NASIONALIS RELIGIUS: Anggota DPRD Pranoto (kanan) bersama Habib Husein pengasuh Ponpes berada di Ponpes Islam Thoriqul Jannah.
NASIONALIS RELIGIUS: Anggota DPRD Pranoto (kanan) bersama Habib Husein pengasuh Ponpes berada di Ponpes Islam Thoriqul Jannah.
RADAR KUDUS -  Politisi PDIP yang juga pendatang baru dari Dapil 2 Kaliwungu- Gebog, Pranoto akhirnya melenggang sebagai wakil rakyat Kabupaten Kudus.

Sosok Pranoto dikenal dekat serta pro dengan wong cilik dan anak yatim piatu. 

Pranoto sebelumnya berjuang merebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus periode 2019-2024 silam. Namun perjuangannya saat itu belum berhasil. 

Di Pileg Februari lalu, politisi PDIP itu kembali berjuang di jalur pemilihan wakil rakyat. Ia sukses pada Pileg 2024 dan cita-citanya memperjuangkan wong cilik dan anak yatim lebih maksimal ke depan. Pria asal Desa Gamong ini terpilih dan dilantik menjadi anggota DPRD periode 2024-2029.

Tak main-main Pranoto dalam Pileg 2024 lalu perolehan suaranya cukup memuaskan, yakni 9.172 suara sah.

Ia mampu bersaing dengan Caleg-caleg inkamben di Dapil 2.

"Saya dari dulu berniat mencalonkan diri untuk memperjuangkan masyarakat kecil dan anak yatim," kata Pranoto. 

Dalam merealisasikan aspirasi masyarakat, telah diwujudkan Pranoto sebelum aktif berpolitik dan menjadi anggota dewan.

Ia duduk dan melangkah berdampingan dengan wong cilik.  

Semua unek-unek masyarakat ia mencoba tampung dan merealisasikan dengan perlahan. Salah satu contoh kecilnya berupa aktif bakti sosial di masyarakat. 

"Seperti ideologi Bung Karno, selalu berpihak kepada wong cilik dan gotong royong saya tanamkan betul pada laku keseharian dalam bermasyarakat," jelasnya. 

 

Selain menanmkan nilai nasionalisme, Pranoto juga aktif dalam bidang keagamaan dan peduli terhadap pendidikan bagi generasi muda.

Ia mendirikan pondok pesantren Islam Thoriqul Jannah di desanya. 

Ponpes tersebut benar-benar diperuntukkan bagi wong cilik. Bagi santri yatim piatu diberikan fasilitas khusus untuk mereka. 

"Terkhusus anak yatim, kami gratiskan dari semua biaya. Dan masih kami sekolahkan umum hingga kuliah," kata Pranoto. 

Bea siswa pendidikan ini cakupannya tidak hanya di dalam satu daerah saja, seperti Kudus. Kata Pranoto, bagi seluruh warga Indonesia bisa mengambil program beasiswa di Ponpesnya.

”Untuk beasiswa ini cakupannya luas dan seluruh anak yatim di Indonesia bisa belajar di Ponpes saya,” katanya. 

Kepedulian Pranoto di bidang pendidikan ini, menjadi upayanya dalam membetuk Sumber Daya Manusia (SDM) maju dan siap bersaing di tengah kemajuan zaman hingga teknologi. 

 

Dia berharap, peran dan perhatiannya kepada wong cilik ini mampu mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan keislaman secara utuh. (gal/*) 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#DPRD Kudus #DPR #politikus #Kudus