Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Uji Coba September, Kudus Studi Banding ke Cilegon untuk Belajar Program Makan Siang Gratis

Santi Indah • Jumat, 23 Agustus 2024 | 00:28 WIB
STUDI BANDING: Disdikpora Kudus menghadiri penerapan program makan gratis di Cilegon, Banten.
STUDI BANDING: Disdikpora Kudus menghadiri penerapan program makan gratis di Cilegon, Banten.

 

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, usai mengikuti uji coba makan gratis di Cilegon, Banten.

Melihat langsung menu yang disajikan, hingga konsep yang dilakukan.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada, mengatakan diundang untuk ke Cilegon agar nantinya ada gambaran dan konsep yang bisa dipertimbangkan, untuk pelaksanaan uji coba makan gratis di Kudus.

”Jadwal uji coba makan gratis September kisaran tanggal 23-27. Namun penerapannya sampai berapa hari akan menyesuaikan anggaran pemerintah kabupaten (Pemkab) Kudus,” ujarnya.

 

Ditambahkan, karena anggaran untuk uji coba makan gratis diserahkan pemerintah daerah masing-masing.

Harjuna menambahkan, anggaran bisa dari APBD atau kerja sama dengan CSR atau dari sumber lain.

”Jumlah siswa dan berapa hari dan teknisnya seperti apa diserahkan ke daerah dengan melihat beberapa daerah yang sudah melakukan uji coba,” ungkapnya.

Harjuna bercerita, seperti di Cilegon, keseluruhan anggaran dari CSR mulai dari wadah makan dari CSR kemudian dari menu makanannya melibatkan UMKM lokal.

Untuk teknisnya, makanan mulai dibagikan itu sekitar pukul 09.00. Ia menyampaikan, dari hasil dari studi banding pihaknya akan laporan ke Sekda Kudus.

MAKAN LAHAB: Siswa di Cilegon saat menyantap menu makan gratis saat uji coba.
MAKAN LAHAB: Siswa di Cilegon saat menyantap menu makan gratis saat uji coba.

Menurutnya, uji coba ini dalam rangka mencari formula yang paling efektif saat penerapan makan gratis 2025 yang nanti anggarannya dari pusat.

Sementara itu, Kabid Dikdas Anggun Nugroho, mengatakan berdasarkan dari uji coba beberapa daerah nantinya dipilih yang paling efektif dan diterapkan.

Untuk uji coba sasaran siswa mulai PAUD, SD dan SMP sederajat.

 

”Kudus ada sekitar 1.500 siswa yang nantinya dijadikan uji coba makan gratis. Untuk nominal per anak dari beberapa daerah berbeda-beda.

kalau  di Cilegon, satu anak tafsiran harga makan per harinya Rp 15 ribu, menunya ada telur, sayur oseng, nasi, lauk ikan, kemudian ada buah dan susu UHT,” jelasnya.

Ia menambahkan, kalau untuk siswa SMP dibedakan sesuai kebutuhan usia anak, sekitar Rp 17 ribu.

Untuk di Kudus belum ada perkiraan anggaran, harus dirapatkan lebih dulu melibatkan beberapa OPD, selain disdikpora, DKK terkait kelengkapan gizi, kemudian dinas perdagangan, dinas pertanian, dinas sosial, dan lainnya.

”Kami diundang ke cilegon melihat tatanan dan konsep makan gratis. Kalau untuk di kudus ini masih tahap membuat draf. Kalau di Kudus rencananya di jumlah siswa sekitar 1.500 anak, dan minimal empat hari,” ungkapnya.

Program makan gratis belum sampai ke tingkat SMA dan madarasah dikalangan Kementerian Agama (Kemenag).

Meski, Kudus menjadi pilot project dan akan dilaksanakan bulan depan.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah Diyas Yani Rahmawan, mengatakan belum ada petunjuk kebijakan terkait dengan program makan gratis. Dan, untuk pendataan juga belum ada.

”Saya belum bisa menyampaikan terkait makan gratis bagi siswa, karena Dinas Pendidikan Jateng kebijakan terkait hal tersebut belum ada,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Kemenag Kudus Suhadi.

Untuk pendataan siswa sudah dipersiapkan, tapi berkaitan dengan pilot project tentang makan gratis dari pusat, belum ada koordinasi dan teknis yang dibicarakan.

”Ya kami sudah mulai mendata, untuk teknisnya seperti apa masih menunggu juknis. Kalau Kudus jadi pilot project makan gratis, kami belum ada pertemuan tentang hal tersebut,” ucapnya.

Suhadi mengatakan, sebatas informasi yang didapat program makan gratis yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo dan Gibran, akan dilakukan menyeluruh termasuk sekolah madrasah, tapi sampai saat ini dari Kemenag pusat pun belum ada kejelasan tentang hal itu.

Pihaknya, siap kapanpun kalau ada penunjukkan pilot project di madrasah.

Menurutnya, data dan kesiapannya sudah dipersiapkan sejak sekarang. Sehingga, kalaupun ada penunjukkan bisa langsung dijalankan.

”Terpenting data sudah kami siapkan, kapanpun siap langsung bisa dilaksanakan,” ungkapnya. (xantea)

Editor : Ali Mustofa
#makan gratis #Pusat #agama #menu #makan #csr #studi banding #makan 20 menit #disdikpora kudus #pemerintah daerah #APBD #uht #bergizi #mi #pemkab kudus #mts #cilegon #smp #dkk #opd #bergizi seimbang #madrasah #sayuran #buah #pemkab #kemenag #susu kotak #dinas kesehatan #sekda kudus #pemerintahan #siswa #sd #susu #gizi #Banten #Prabowo Gibran #jawa tengah #swasta #Kudus #makan sehat #Ahli gizi