Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Menunggu Hal Buruk Terjadi, Kisah Darno Pertama Kali Mendaftar Program JKN

Abdul Rokhim • Rabu, 31 Juli 2024 | 02:09 WIB
DAFTAR: Darno saat mendaftarkan anaknya dalam keikutsertaan progam JKN BPJS Kesehatan baru-baru ini.
DAFTAR: Darno saat mendaftarkan anaknya dalam keikutsertaan progam JKN BPJS Kesehatan baru-baru ini.

KUDUS – Perjalanan hidup memang tidak bisa ditebak.

Saat kita mengalami musibah, di saat itulah kita harus mengambil langkah tepat.

Seperti kisah dari Darno (58), yang baru mendaftar kepesertaan JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2 untuk keluarganya karena kejadian tidak terduga menimpa anaknya, Khabib (19) yang mengalami kecelakaan lalu lintas. 

Darno menerima kabar anaknya ditabrak truk dari belakang dan mengalami patah tulang sehingga harus dioperasi. Dengan cemas dan tergesa-gesa, Darno bersama saudaranya segera menuju RSU Nurussyifa Kudus di mana Khabib dirawat. Darno langsung dihadapkan dengan kenyataan pahit karna biaya pengobatan diperkirakan mencapai 30 juta rupiah.

"Kami benar-benar terkejut dengan jumlah biaya yang harus dikeluarkan, dalam kondisi panik dan bingung, kami mencoba mencari solusi terbaik agar Khabib mendapatkan perawatan yang diperlukan,” ujar Darno.

Melihat situasi yang dihadapi Darno, pihak RSU Nurussyifa dengan sigap memberikan arahan kepadanya untuk mengurus asuransi Jasa Raharja dan segera mendaftar kepesertaan Program JKN agar Khabib mendapatkan perawatan tanpa harus terbebani oleh biaya yang tinggi.

Status kepesertaan JKN keluarga Darno saat itu Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang telah non aktif sejak bulan Mei. 

“Rumah sakit menyarankan saya untuk melakukan pengurusan jaminan ke Jasa Raharja. Selanjutnya saya juga disarankan untuk mendaftar program JKN sebagai jaminan kedua. Karena kecelakaan anak saya termasuk dalam kasus kecelakaan ganda,” Jelasnya

Untuk kasus Kecelakaan ganda berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia tentang Koordinasi antar Penyelenggara Jaminan dalam Pemberian Manfaat Pelayanan Kesehatan, PT. Jasa Raharja merupakan penjamin pertama kasus kecelakaan lalu lintas ganda dengan tanggungan sebesar 20 juta rupiah, sementara BPJS Kesehatan berperan menjadi penjamin kedua.

Dengan bantuan dari saudaranya, Darno akhirnya memutuskan untuk mengurus asuransi Jasa Raharja sebagai jaminan pertama dan mendaftar kepesertaan Program JKN segmen PBPU kelas 2.

Meskipun awalnya merasa bingung dengan berbagai dokumen yang harus disiapkan, bantuan dari petugas BPJS Kesehatan membuat proses tersebut berjalan lebih lancar.

"Sempat bingung karena masih panik ya, tapi alhamdulillah saya sangat terbantu dengan adanya arahan baik dari pihak rumah sakit sampai ke petugas BPJS Kesehatannya, jadi prosesnya menjadi lebih mudah dan cepat, hanya butuh satu hari sehingga saya bisa fokus kembali pada kesehatan anak saya," ungkap Darno

Setelah terdaftar sebagai peserta JKN, Darno merasakan beban yang selama ini menghantui pikirannya mulai terangkat, sebab pengobatan Khabib sudah dijamin oleh Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan, mulai dari perawatan intensif hingga rehabilitasi pasca kecelakaan.

"Program JKN benar-benar membantu kami dalam situasi yang sangat sulit ini, bahkan saya sendiri tidak tahu bagaimana kami bisa melewati masA sulit ini tanpa bantuan dari BPJS Kesehatan," kata Darno dengan rasa syukur

Manfaat yang dirasakan Darno tidak hanya terbatas pada aspek finansial, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran. Dengan adanya jaminan dari BPJS Kesehatan, Darno dapat lebih fokus pada pemulihan anaknya tanpa harus khawatir tentang biaya perawatan yang tinggi. Hal ini sangat penting bagi keluarga seperti Darno yang harus menghadapi situasi darurat yang membutuhkan biaya besar secara mendadak.

"Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat berarti bagi kami. Tanpa mereka, kami mungkin akan merasa lebih kesulitan dalam menghadapi situasi ini." ungkapnya

Melalui pengalaman yang Ia alami, Darno berbagi pesan kepada masyarakat lainnya. Ia menyarankan agar setiap keluarga terdaftar Program JKN, bahkan sebelum menghadapi situasi darurat.

"Jangan menunggu sampai hal buruk terjadi. Segera daftarkan keluarga di Program JKN, karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan membutuhkannya. Saya berharap kisah saya ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan." tutupnya. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#JKN Mobile #Manfaat BPJS Kesehatan #bpjs kesehatan #Kudus #Darno