KUDUS - Kesisiplinan Zaza menekuni fashion desainer membuahkan hasil. Meski terbilang pekerjaan sampingan, brand-nya sudah dikenal luas.
Perempuan asal Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, ini mengaku, sudah menekuni dunia fashion sejak 2017 silam. Bermula dari pasion yang dimiliki sejak lulus SMK.
”Karena saya dulu pernah sekolah di tata busana. Jadi saya berkeinginan mengembangkan brand fashion," kata pemilik brand Zaza Lock ini.
Dia menjelaskan, dalam tujuh tahun berjalan mengembangkan brand-nya, dia fokus pembuatan butik. Dia menganggap tren butik punya pasar yang bagus dan tetap menyesuaikan zaman.
Dia mengungkapkan, saat ini produknya dikerjakan sendiri. Juga diproduksi secara limited edition. Kondisi ini diakui akan meningkatkan brand-nya dan lebih menjangkau pasar.
”Sebelumnya hanya teman-teman yang memesan. Kini telah bisa dinikmati di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Dalam membuat produknya ini, Zaza memang jarang posting di akun media sosial. Namun, ia tetap menerima orderan dari pelanggan.
Konsumen mengaku puas atas kualitas produk milik Zaza.
Baca Juga: Portofolio Kredit UMKM Terbesar di Indonesia, Peran Nyata BRI Topang Perekonomian Nasional
Untuk meningkatkan kualitas produknya, Zaza selalu meng-upgrade ilmu tentang busana. Ia juga sering mengikuti beberapa pelatihan marketing dan busana.
Perempuan berjilbab ini, berharap bisa terus konsisten memberikan yang terbaik bagi para konsumen.
Bisnisnya diharapkan mampu berkembang pesat ke depan. (gal/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma