KUDUS – Serangkaian acara buka luwur atau penggantian kain penutup Makam Sunan Muria di Desa Colo, Dawe, berlangsung khidmat, Minggu (21/7).
Tradisi tersebut, dihadiri beberapa pemuka agama sampai dengan tokoh masyarakat terkemuka, baik di Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus.
Di antaranya, Habib Umar Muthohar dari Semarang, Habib Muhammad Ali Al Habsyi dari Solo, dan Pj Bupati Kudus M. Chasan Habibie.
Pada Minggu (21/7) pagi, area Makam Syekh Raden Umar Said atau Sunan Muria itu, dipenuhi para peziarah yang ingin menyaksikan prosesi buka luwur dan meminta keberkahan dari sang wali.
Ketua Panitia Buka Luwur Makam Sunan Muria Muhdi menerangkan, proses pemasangan luwur dimulai dengan iring-iringan pembawa luwur.
Barisan pertama ada juru kunci Makam Sunan Muria dengan membawa dupa dan beberapa pendamping membawa bunga tabur.
Kemudian dikuti para pembawa luwur berjalan menuju makam.
Para perewang yang bertugas kemudian memasangkan luwur pada nisan Makam Sunan Muria.
Saat prosesi ini, pengunjung tidak diperbolehkan masuk, kecuali pemuka agama dan tokoh masyarakat undangan.
Ini ditujukan agar tidak mengganggu khusuknya prosesi.
”Acara pemasangan luwur dimulai pukul 06.30. Berbarengan dengan itu, dibacakan Surat Yasin, tahlil, dan doa sampai selesai,” katanya kemarin.
Ia menyebut, terdapat 12 lembar kain yang digunakan untuk penutup makam. Kain tersebut dipasang menjadi tiga baris.
Meliputi Makam Sunan Muria, bagian dalam, dan luar makam.
”Kain luwur merupakan hasil jahitan tangan para perewang yang dibuat sebelum pemasangan luwur, " jelasnya.
Setelah pemasangan luwur, tamu undangan berkumpul bersama untuk menikmati sajian berkat yang ada pada saat tradisi buka luwur. (wat)
Editor : Ali Mustofa