Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Pembuatan Kain Luwur Makam Sunan Kudus yang Libatkan Puluhan Perewang

Galih Erlambang Wiradinata • Sabtu, 13 Juli 2024 | 15:33 WIB

 

MULAI DIKERJAKAN: Perewang membuat kain luwur baru untuk penutup Cungkup makam Sunan Kudus.
MULAI DIKERJAKAN: Perewang membuat kain luwur baru untuk penutup Cungkup makam Sunan Kudus.

KUDUS – Pembuatan luwur atau kain penutup cungkup Makan Sunan Kudus dimulai kemarin. Dalam pembuatan kain luwur ini melibatkan sebanyak 33 perewang.

Dari pantauan di lapangan, pembuatan ini dilaksanakan di Tajug Pendopo Menara Kudus. Para rewang mengerjakan penjahitan dan pembuatan luwur.

Kain mori putih polos tersebut dibentuk sesuai dengan pola. Ada juga yang dijahit oleh para rewang.

Sementara pembuatan luwur ini ditargetkan selesai pada Senin (15/7) mendatang.

Perewang Pembuatan Luwur, Fahal Anani mengatakan, pelepasan kain luwur ini bertepatan pada 1 Muharam.

Kain yang dilepas pertama kalinya adalah yang berada di bagian dalam makam Sunan Kudus.

Sementara untuk jenis luwur yang dibuat ini, kata dia ada berbagai macam. Yakni jenis melati, kompol, banyu, dan lainnya.

”Kain yang dibutuhkan untuk membuat kain luwur baru ada sebanyak 33 pcs,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, dalam pembuatan luwur ini sebelumnya dilaksanakan doa tahlil di Makam Sunan Kudus.

Tak hanya doa rasul juga dilaksanakan sejak satu Suro lalu. Rangkaian tersebut agar diberikan keselamatan dan kelancaran dalam pembuatan luwur.

”Tidak ada ritual khusus dalam pembuatannya. Namun sebelum dilaksanakan ada tahlilan dahulu,” ungkapnya.

Terkait pembuatan luwur ini, kata Fahal dua orang membuat melati. Dua orang lagi menjahit kain luwur.

Sementara sekitar tujuh perewang membuat motif banyu.

”Kalau yang agak berat adalah membuat wiru, karena perewang harus jongkok,” jelasnya.

Dalam pembuatan kain luwur, ini kata dia melibatkan generasi muda. Sebelum menjahit mereka akan diberikan pelatihan guna untuk mempermudah.

Diketahui rangkaian buka luwur Makam Sunan Kudus ditandai dengan penjamasan pusaka keris Kiai Chintaka dan dua tombak trisula.

Puncak tradisi buka luwur ini jatuh pada 10 Muharam atau Selasa (16/7) mendatang.

Pihak yayasan akan membagikan nasi berkat atau nasi jangkrik yang khas kepada masyarakat.

Nasi yang dibungkus daun jati dan berisi daging kerbau itu rencananya akan dibagi pada pukul 05.30 WIB di Gedung Menara Kudus. (gal/him)

Editor : Ali Mustofa
#Luwur #nasi jangkrik #sunan kudus #penjamasan #Kudus