Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Kudus Dihebohkan Seorang Ibu Diduga Tipu Puluhan Sekolah Dasar, Begini Modusnya!

Indah Susanti • Jumat, 12 Juli 2024 | 02:05 WIB
Photo
Photo

KUDUS – Sekolah dasar (SD) negeri yang ada di Kecamatan Jekulo dihebohkan dengan penipuan seorang ibu yang berpura-pura mendaftarkan anaknya masuk SD.

Ia mendaftarkan anaknya dengan bercerita menyedihkan.

Modus itu dilakukan supaya mendapatkan gratisan seragam sekolah hingga uang bantuan sekolah.

Perempuan tersebut diketahui berdomisili di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo.

Hal tersebut diketahui dari kartu keluarga (KK) yang digunakan untuk mendaftar ke sekolah sasarannya.

Berdasarkan informasi dari salah satu kepala SD 1 Sadang Noor Hadi, sudah ada sekitar 28 SD negeri yang ada di Jekulo didatangi dan mengaku tertipu.

Sekolah itu termasuk SD 1 Sadang.

Noor Hadi bercerita, kalau ibu tersebut datang ke sekolahnya sekitar awal Juli 2024 pada saat dibukanya pendaftaran siswa baru.

Kemudian, ibu itu datang bersama anaknya yang akan didaftarkan di SD 1 Sadang.

Pihak sekolah sempat menaruh curiga, karena domisilinya di Desa Bulung Kulon, tapi harus jauh-jauh mendaftarkan anaknya ke Desa Sadang.

”Ya sempat ditanya, kenapa tidak didaftarkan di SD dekat rumah. Kemudian ibu itu menjawab, sebenarnya sudah tidak punya rumah dan ngekos di Wetan Kali (timur sungai) yang lokasinya memang dekat dengan SD 1 Sadang,” ujarnya.

Noor Hadi menambahkan, ibu itu bercerita kisah hidupnya yang nelongso, sehingga pihak sekolah menaruh rasa kasihan dan sempat juga berkata “kalau tidak diterima di SD 1 Sadang akan daftar ke sekolah lain”.

Lalu, sekolah akhirnya menerima ibu tersebut dengan tujuan membantu meringankan biaya sekolahnya dengan menggratiskan seragam sekolah.

”Masak ya ada yang daftar sekolah kami tolak kan tidak mungkin. Akhirnya kami sepakat menggratiskan dua stel seragam. Yakni putih merah dan seragam pramuka. Tapi kami tidak sampai memberinya uang,” tandasnya.

Noor Hadi mengatakan, saat mendaftar membawa KK asli yang hanya ditunjukkan dan yang diserahkan di sekolah KK fotocopy.

Untuk seragam dua stel kalau dinominalkan sekitar Rp 160 ribu.

Namun, ternyata ibu itu juga tidak hanya ke SD 1 Sadang tapi juga ke SD 2 dan 4 Sadang.

Hebohnya lagi, di grup SD se-Jekulo banyak yang sudah menjadi korban ibu tersebut.

Sehingga, ini harus ditindaklanjuti segera, agar tidak ada lagi korban lainnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#penipuan #sekolah #sd #Kudus #seragam