KUDUS - Harga kopi robusta Muria diprediksi bakal mengalami kenaikan harga. Hal ini disebabkan cuaca yang tidak menentu.
Sehingga, akibatnya mempengaruhi produktivitas hasil panen.
Ketua Paguyuban Kopi Muria Aris mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan hasil dari panen kopi tahun ini.
Baca Juga: Tiga Kecamatan dan Sembilan Desa di Kudus bakal Dilewati Tol Demak-Tuban, Berikut Daftarnya!
Begitu pula dengan harga yang nantinya ditawarkan dari pihak petani.
"Cuaca tidak bisa kami prediksi. Jadi harga belum tahu pasti," kata Aris.
Meski demikian, ia menilai harga kopi Muria masih mengalami kenaikan. Rata-rata biji kopi basah dijual Rp 800-700 ribu per kwintal.
Sedangkan kopi petik merah dijual Rp 1 juta per kwintal.
"Setiap menit harga kopi itu sudah berubah. Harga bisa saja naik dan bisa saja turun," imbuhnya.
Ia menyebut, hasil panen melimpah apabila didukung dengan kondisi cuaca yang stabil.
Ia mencontohkan, saat ini cuaca tidak menentu. Seperti halnya, saat musim kemarau tiba-tiba turun hujan. Begitu juga sebaliknya.
Di Pegunungan Muria kopi ditanam di lahan seluas 420 hektare.
Setiap petani sekali panen dapat menghasilkan satu sampai dua ton kopi.
Baca Juga: Pemkab Kudus Buka Seleksi Terbuka Tiga Posisi Jabatan Kepala Dinas Kosong, Berikut Daftarnya!
"Kalau cuaca seimbang. Produksi kopi baik yang dihasilkan juga baik, " jelasnya.
Terdapat 400 petani yang tergabung dan memiliki kartu tanda anggota.
Mereka tersebar di wilayah Pegunungan Muria.
Mulai dari Desa Colo, Kajar, Japan, Dukuhwaringin, Rahtawu, dan lain-lain.
Setiap pengepul menjual hasil panennya pada tengkulak.
Ada pula yang diolah menjadi produk UMKM dalam bentuk biji yang sudah disangrai atau dalam bentuk bubuk kopi.
Per bungkusnya dengan berat 250 gram atau seperempat kilogram dijual dengan harga Rp 45 ribu.
"Saat ini ada 10 pelaku usaha yang juga fokus dalam UMKM kopi, " terangnya.
Selain dinikmati di wilayah lokalan, kopi Muria menjadi primadona bagi penikmat kopi di luar daerah.
Baca Juga: Empat Madrasah di Kudus Kantongi SK Adiwiyata Tingkat Jateng, Mana Saja?
Diantaranya, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan lain-lain.
Tidak hanya itu, kopi Muria juga diminati di pasar internasional.
Sebagian pelaku usaha bahkan produknya sudah sampai ke luar negeri. Seperti, Dubai, Afrika, dan Amerika. (wat/nib)
Editor : Ali Mustofa