KUDUS - IAIN Kudus terus mendorong kuantitas publikasi internasional untuk para dosen dan mahasiswa.
Kegiatan itu dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan riset sebagaimana yang tertuang dalam tridarma perguruan tinggi.
Rektor IAIN Kudus Prof. Dr. H. Adurrohman kasdi, Lc., M.Si mengatakan, untuk mendapatkan predikat perguruan tinggi berskala internasional, IAIN Kudus dituntut untuk melakukan diseminasi hasil riset baik.
Sehingga perlu adanya pembekalan, penambahan kegiatan literasi, dan menambah jejering dalam rangka meningkatkan mutu tenaga pendidik IAIN Kudus.
"Kami sering mengikuti program pertukaran dosen. Baik dosen IAIN Kudus dikirim ke luar negeri maupun dosen luar negeri menjadi narasumber di IAIN Kudus dengan seminar internasional, " katanya kemarin.
Untuk membekali dosen, pihaknya dengan giat melakukan pelatihan dan seminar.
Salah satunya dengan menggelar kegiatan coaching clinic artikel internasional berspektif gender.
Pihaknya menghadirkan dua narasumber dari Irwan Abdullah Scholar (IAS) Foundation yang ahli dalam bidang gender dan anak.
"Supaya dosennya punya pola pikir atau mindset yang lebih maju tentu juga dalam menyiapkan mahasiswa yang kompetitif, " ujarnya.
Berkat upaya tersebut, akreditasi IAIN Kudus mengalami perkembangan yang baik.
Hal itu dibuktikan dengan respon dari perguruan tinggi luar negeri dan lembaga internasional yang menilai IAIN Kudus telah siap menyapa dunia.
Tentunya tidak hanya dalam segi peningkatan kualitas akademik, tapi juga diimbangi dengan pembangunan dan sarana prasarana yang memadai.
"IAIN Kudus menjadi basis baik dalam keilmuan. Selain itu secara civitas akademisinya punya reputasi yang baik, " ujarnya.
Ia berharap kedepannya IAIN Kudus menjadi perguruan tinggi besar dan lebih berprestasi. Sehingga mampu mewujudkan lulusan yang berkualitas dan siap mengabdi pada masyarakat.
"Semoga mahasiswanya semakin terdepan, kompetitif, bisa bersaing dengan mahasiswa lain. Sekaligus sebagai persiapan untuk transformasi diri menuju UIN Sunan Kudus, " paparnya.
Kerja Sama dengan Lebih dari 38 Kampus Internasional
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus semakin mantap menyapa dunia.
Beberapa kegiatan internasional baik tak pernah absen untuk memperluas jejaring.
Termasuk di dalamnya kerja sama dengan lebih dari 38 kampus internasional di dunia.
Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) atau nota kesepakatan bersama dengan perguruan tinggi dan lembaga di beberapa negara.
Rektor IAIN Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc, M.Si mengatakan, terdapat 38 MOU kerja sama dalam bidang tridharma perguruan tinggi dengan sejumlah universitas.
Diantaranya, Islamic University of Europe Rotterdam Netherlands Belanda, University Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Sultan Muhammad Melaka Malaysia, Saudi Electronic University Riyadh, Kolej Pengajian Islam Johor (MARSAH), dan Kolej University Islam Pahang.
Sultan Ahmad Shah Malaysia, University Sultan Azlan Shah (USAS) Malaysia, IAIN Kudus dengan SMK Agama Sultan Muhamad Malaka Malaysia, Indonesia Australia Language Foundation (IALF), Asia E Learning SDN.BHD, Mindanao State University Philipines, dan Jamiah Islam Syeikh Daud Al-Fathoni (Jisda) Thailand.
Maahad Tahfidz Arabic Al-Gontory Malaysia, Universiti Sains Islam Malaysia, Universitas Sidi Mohammed Ben Abdellah (USMBA) Fes Maroko, Krirk University Bangkok Thailand, Institut Darul Hadis Tarim Yaman, Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) Malaysia, dan Universiti Teknologi MARA (UITM) Serawak Malaysia.
Fakultas Ushuluddin, Universitas Abdelmalek El-Saadi Tetouan Maroko, Universitas Melaka (UNIMEL) Malaysia, Maahad Tahfidz Al-Gontory Malaysia, Jamiah Islam Syaikh Daud Al Fathani (JISDA) Yala Thailand, Cambodia University of Management and Technology, University Islam Sultan Sharif Ali UNISSA Brunei Darussalam, dan Mindanao State University Iligan Institute of Technology (MSU-IIT) Philipina.
Islamic University of Maldives, Zarqa University Jordan, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko, Japan Halal Certification, Tashkent Islamic Institute Named After Imam Bukhari (TII Imam Bukhari) Uzbekistan, The Istanbul Foundation for Science and Culture (IFSC), dan Panji Integrasi Cerdas Melaka Malaysia.
University of Social Sciences and Humanities Viet Nam National University, Maahad Tahfiz Al-Muhtadin Melaka Malaysia, Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Shah (UniPSAS), dan Kolej Universiti Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS).
Abdurrohman menyebut, perluasan jaringan internasional itu sebagai wujud persiapan dalam transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kudus.
Sehingga, perlu adanya kerja sama dan membangun kemitraan dengan universitas dan lembaga internasional.
"Secara kelembagaan harus berubah menjadi besar, tapi yang paling penting adalah IAIN kudus perlu mengepakkan sayap untuk jauh terbang dengan agenda internasional, " katanya.
Ia mengaku, kegiatan internasional mulai digencarkan sejak masih memangku jabatan di Wakil Rektor III dari tahun 2014-2015.
Kemudian setelah menjabat sebagai rektor IAIN Kudus kegiatan internasional semakin dimasifkan dengan menyeimbangkan program menarik dan inovatif.
Bentuk MOU ini nantinya ditindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MoA) di tingkat bawah. Bersama dengan dekan dan civitas akademik lainnya.
"Karena MOU menjadi payung hukum secara legal formal dari semua bentuk kerja sama IAIN kudus dengan perguruan tinggi internasional, " ujarnya.
Aktif Kirim Pertukaran Mahasiswa Internasional
IAIN Kudus tidak pernah absen mengirim kandidat untuk mengikuti Student Mobility Program atau pertukaran mahasiswa internasional.
Hal itu sebagai upaya untuk memperluas jaringan antar perguruan tinggi di berbagai negara.
Rektor IAIN Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc, M.Si mengatakan, adanya program tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa dan civitas akademik di lingkungannya.
Kampus mengirim kandidat terbaik mengikuti kegiatan akademik, baik dalam bidang umum maupun keagamaan.
"Mahasiswa IAIN Kudus memiliki peluang belajar ke luar negeri. Begitu sebaliknya, " katanya kemarin.
Salah satu kegiatan mahasiswa ke luar negeri, yakni melalui program Asean Exchange Program IIUM-USIM di Kuala Lumpur Malaysia.
Mahasiswa IAIN Kudus mendapatkan kesempatan mempresentasikan hasil penelitian biologi di luar negeri.
Selain itu, sebanyak 12 mahasiswa IAIN Kudus mempersembahkan karya dalam kegiatan ASEAN Mobility Program di Singapura dan Malaysia.
Ia menyebut, beberapa mahasiswa luar negeri mengikuti perkuliahan di IAIN Kudus. Seperti, Thailand dan Malaysia.
Ada yang mengikuti kuliah satu semester dan juga full selama delapan semester.
Upaya tersebut, tentunya tidak lepas dari pendekatan baik dari IAIN Kudus dengan perguruan tinggi internasional.
Mengenalkan budaya Kudus yang lekat dengan sejarah ke-Islaman yang disebarkan Walisongo melalui Sunan Kudus dan budaya santri.
Melalui branding Kota Kudus dan tradisi di dalamnya menjadikan nilai lebih bagi IAIN Kudus di mata dunia.
"Untuk menarik simpati dari luar negeri, kami melakukan komunikasi yang baik, menunjukkan sisi kualitas-kualitas dari performer SDM (sumber daya manusia) sekaligus profile dari IAIN Kudus," terangnya.
Ia menerangkan, adanya penerimaan mahasiswa luar negeri ini pihaknya berupaya lebih baik lagi dalam memberikan fasilitas dan layanan pendidikan. Dengan, mengembangkan pembangunan, memperbaiki sarana prasarana, dan lain-lain.
Harapannya, dengan hubungan timbal balik antar perguruan tinggi internasional ini bisa menjalin kerjasama yang baik. Tidak hanya sekali tapi secara berkelanjutan. (*)
Editor : Abdul Rokhim