KUDUS – Pedagang Pasar Babe (Barang Bekas) Kudus mulai membuat lapak darurat di halaman parkir.
Agar mereka bisa berjualan sementara, pasca kebakaran yang menghanguskan los beserta isinya.
Pedagang membuat lapak darurat yang terbuat dari kayu dan seng.
Beberapa lapak itu, bahkan sudah terisi dengan barang jualan, seperti baju, alat elektronik, hingga knalpot motor.
Pasar Babe sebelumnya ada 297 los. Dari jumlah tersebut, belum semua pedagang mendirikan lapak darurat.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasa Babe Haryanto mengungkapkan, pendirian lapak darurat ini melalui swadaya dari para pedagang.
Mereka mendirikan lapak sementara, agar bisa berjualan lagi.
”Sudah sebulan lebih (pasca kebakaran) sama sekali tak ada pemasukan. Kondisi pasar saat ini juga masih sepi, karena belum pulih,” ujarnya.
Dia menuturkan, kebakaran pasar yang berada di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus tersebut, menghanguskan seluruh barang dagangan pedagang.
Mereka rugi material secara total.
”Barang yang bernilai jual tidak ada yang selamat. Yang tersisa hanya rongsokan-rongsokan akibat kebakaran,” tuturnya.
Dia mengeluh karena belum ada bantuan untuk para pedagang korban kebakaran.
Disinggung terkait keringanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Haryanto juga mengaku belum menerima.
”Keluhan saat ini pendanaan, karena mendirikan lapak sendiri. Pinjaman di bank tambah. Keringan dari pemkab belum ada,” terangnya. (san)
Editor : Ali Mustofa