KUDUS – Tiga Desa di Kabupaten Kudus telah dipasang alat “Earning Warning System” atau alat deteksi dini untuk bencana alam tanah longsor.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji mengatakan, total ada empat alat pendeteksi dini yang terpasang di tiga desa.
Yakni, di Desa Menawan, Kecamatan Gebog terpasang dua alat, tepatnya Dukuh Kambangan. Lalu, satu alat di Desa Rahtawu Kecamagan Gebog, dan satu alat di Desa Japan, Kecamatan Dawe.
Baca Juga: Persiku Kudus bakal Arungi Liga 2 Nasional, Dua Stadion Ini Jadi Alternatif Homebase
“Yang baru itu, pekan lalu kita tambah lagi satu pemasangan EWS di RT 11/RW 2, Desa Japan, Kecamatan Dawe. Alat tersebut telah di pasang oleh BPBD Provinsi Jateng bersama BPBD Kudus dan Warga Masyarakat desa Japan,” katanya.
Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada warga setempat agar memahami fungsi dan pentingnya menjaga alat tersebut.
Hal itu dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi bencana cuaca ekstrem pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan bencana.
Baca Juga: Empat Madrasah di Kudus Kantongi SK Adiwiyata Tingkat Jateng, Mana Saja?
“Tujuan utama pemasangan EWS tersebut untuk mengetahui jika terjadi gerakan tanah di wilayah tersebut akan ada sirine tan notifikasi yang akan di terima oleh warga sekitar sebagai upaya deteksi dini demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (san/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma