KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus membentuk kecamatan tangguh bencana (Kencana). Hal itu sebagai upaya mitigasi terjadinya bencana alam.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Alifin mengatakan, sebanyak sembilan kecamatan se-Kabupaten Kudus telah dikukuhkan sebagai Kencana pada 29 Mei lalu di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus.
Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak sesuai dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Relawan yang baru dibentuk itu sudah mendapat pelatihan dan pendampingan dari BPBD Kudus terkait penanggulangan bencana.
"Tujuan utama adalah pembentukan untuk peran serta kecamatan dalam penanggulangan bencana di wilayah kecamatan," katanya kemarin.
Anggota kencana, lanjutnya diberikan pelatihan selama dua hari. Pada hari pertama diberi materi tentang kebencanaan.
Mulai sari penyusunan dokumen, peta, struktur organisasi bencana dan lain-lain.
Setelah itu, mengikuti pelatihan kebakaran, penanganan kebencanaan, dan penyelamatan diri.
Ia menerangkan dalam pengelolaan kencana nanti dibawahi secara langsung oleh camat.
Termasuk anggota relawan yang dikerahkan. Masing-masing kencana memiliki 50 anggota.
Mereka yang tercatat sebagai anggota mendapatkan fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan. Supaya menjamin keselamatan selama menjadi relawan bencana.
"Jadi relawan bencana itu bisa dilindungi BPJS Ketenagakerjaan ketika mereka bertugas, " ujarnya.
Tidak hanya itu, tiap kecamatan juga diberi sarana prasarana untuk menunjang dalam kegiatan kebencanaan.
Mulai dari pompa air, dapur umum, tempat pengungsian, dan barang-badang pendukung lainnya.
Ia berharap dengan adanya program tersebut. Bisa membantu pemerintah daerah dalam penanganan kebencanaan.
Meski di Kabupaten Kudus tidak mengalami bencana, kencana diminta bisa terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. (wat/him)
Editor : Ali Mustofa