KUDUS - Jasa penggilingan daging di Pasar Bitingan mengeluh belakangan ini.
Permintaan pengilingan daging kurban menurun drastis 50 persen tak seperti tahun sebelumnya.
Dalam pantauan di lapangan, masyarakat datang menggilingkan daging kurban ke kios daging di Pasar Bitingan.
Mereka bergantian mengantre menunggu giliran. Panjang barisnya tidak panjang. Tidak lebih dari lima meter.
Pengelola Gilingan Daging Pasar Bitingan, Sudirno mengatakan, tahun ini menurun drastis permintaan penggilingan daging kurban.
Biasanya antrean mencapai lima meter. Namun sekarang ini berkurang.
”Biasanya antrean penuh hingga di dalam pasar (samping kiosnya) ini tidak ada. Kalau melihat tahun lalu bisa selesai sampai magrib,” jelasnya.
Pada tahun ini, melihat antrean yang tak mengular penggilingan diprediksi akan selesai pada pukul 12.00.
Otomatis hal ini membuat pendapatan harian menurun. Saat momen Iduladha tahun lalu, omset per harinya mampu menembus Rp 5-6 juta.
Sedangkan tahun ini, hanya Rp 2 juta per hari.
Menurut Sudirno, faktor penurunan permintaan penggilingan daging kurban ini dikarenakan rasa bosan masyarakat.
Mereka yang sudah mencoba menggilingkan daging, maka di tahun berikutnya tak melakukan kembali.
”Biasanya rasanya beda, daging kurban ga fresh (Karena sudah disimpan beberapa hari),” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang Noor Ikhsan mengaku juga merasakan hal yang sama.
Di awal-awal Idul Adha memang terasa sepi. Namun diprediksi tingkat permintaan akan naik di akhir pekan.
”Kemungkinan di akhir pekan akan meningkat permintaannya, karena pekerja pabrik libur,” imbuhnya.
Terpisah, Shela Ariyani mengaku sengaja menggilingkan daging kurbannya sebanyak 2 kg.
Ia mengaku ingin menu lain untuk dikomsumsi. Sebelumnya dua hari terakhir ia bersama keluargannya mengkomsumsi sate maupun daging yang diolah.
”Ini bisa buat bakso juga galantin, agar tidak bosan menikmati daging,” jelasnya. (gal/him)
Editor : Ali Mustofa