KUDUS – Uji laboratorium sampel nasi berkat yang diduga menjadi penyebab keracunan masal di Desa Bulung Kulon, Jekulo, pada Selasa (14/5) lalu sudah keluar.
Hasilnya, sebagian sampel makanan yang terdiri dari nasi putih, sambel goreng krecek, acar, tahu bakso, hingga muntahan warga tidak ditemukan zat berbahaya.
Termasuk air sumur milik warga pemilik hajat diuji laboratorium. Hasilnya bebas dari bakteri Escherichia Coli (Ecoli).
Diketahui sebelumnya, lebih dari 100 warga di Desa Bulungkulon dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit karena perut mual, muntah, dan lemas Selasa (14/5).
Kondisi tersebut terjadi usai memakan berkat pada acara tahlilan oleh warga setempat Senin (13/5) lalu.
Saat ini, kondisi warga sudah membaik dan tidak ada korban jiwa dalam kasus dugaan keracunan tersebut.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Dharsono mengatakan, sampel makanan yang dikirim ke laboratorium kesehatan Jawa Tengah ada dua. Meliputi nasi berkat dan kardus jajanan.
”Kami mengirim sampel dua kali, yang nasi berkat kami kirim rabu (15/5) dan keluar hasilnya Rabu (22/5). Untuk yang sampel jajanan belum keluar, karena kami kirim Jumat (17/5). Ini tinggal menunggu hasilnya,” ujarnya.
Dharsono mengatakan, saat ini DKK Kudus masih menunggu hasi uji lab kedua untuk mengetahui penyebab keracunan masal warga Desa Bulung Kulon.
Untuk jajanan yang diuji laboratorium terdiri dari apem, bikang, tahu bakso, dan puding.
”Kemungkinan pekan ini kami akan tanyakan lagi hasil uji lab untuk jajanan. Karena dari sampel pertama dan uji kandungan air sumur dinyatakan negatif serta bebas dari bakteri,” ungkapnya.
Menurutnya, jika sampel kedua hasilnya juga negatif, pihaknya akan mengevaluasi lagi.
Apa penyebab warga mengalami muntah dan diare secara bersamaan.
”Mudah-mudahan hasilnya pekan ini bisa cepat diketahui,” harapnya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa