KUDUS – Lahan bekas Gedung Ngasirah dan Matahari saat ini kondisinya mangkrak.
Tidak terawat. Rumput liar tumbuh di sejumlah tempat di kedua lahan tersebut.
Dari pantauan di lokasi, lahan bekas Matahari tampak sepi. Sebelumnya, rumput liar tumbuh di area tersebut.
Namun, sekarang ini sudah dibabat habis. Lahan tersebut, sekarang ditutup dengan seng. Mengelilingi tanah tersebut.
Tujuannya, untuk seterilisasi lahan tersebut.
Sebab, sebelumnya bekas lahan Matahari tersebut digunakan pedagang kaki lima (PKL) liar untuk berjualan.
Akibatnya, menimbulkan sampah yang tertinggal di lokasi. Melihat kondisi itu, pemerintah kabupaten (pemkab) menutup dengan membangun pagar.
Sedangkan di bekas lahan Gedung Ngasirah terpantau sama. Lahan tersebut banyak ditumbuhi oleh rumput liar.
Kondisinya berbeda jauh dengan sebelumnya. Sebelumnya, rumput liar dan semak-semak yang tumbuh di lahan yang berada di timur perempatan Pentol itu, cukup tinggi.
Bahkan sekitar tiga meter. Saat ini, rumput liar yang tinggi tersebut telah dipangkas.
Pemasangan pagar juga sudah dilakukan di depan lahan bekas Gedung Ngasirah itu. Hal ini juga untuk menseterilkan lahan di sana.
Sementara itu, Aji, salah satu warga menyebut, kondisi terbengkalainya bekas lahan Ngasirah dan Matahari tersebut, diharapkan segera teratasi.
Agar pusat perekonomian masyarakat bisa kembali lagi.
Dia menyebut, kedua tempat itu punya cerita dan kenangan. Terutama tentang Matahari.
Di sana ia dulu sering menyaksikan bioskop sambil berbelanja dengan teman-teamnnya.
”Kalau hiburan akhir pekan bisa datang ke sana (Matahari zaman dulu, Red) untuk melepas penat,” ungkapnya.
Sementara hal serupa diungkapkan oleh Nindi. Ia berharap, bekas lahan kedua tempat tersebut, bisa difungsikan lagi.
Dia menilai, Kudus punya potensi besar jika pusat perbelanjaan seperti dulu.
”Dulu Matahari banyak dikunjungi orang dari luar Kudus. Moment itu bisa meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa