KUDUS - Lahan eks Gedung Ngasirah dan Matahari masih mangkrak. Sebab, sepi peminat atau investor.
Pemkab menggagas perbup yang berisi iming-iming bagi pemodal, agar mau menggarap dua aset pemerintah itu.
Untuk menarik investor, pemerintah kabupaten membuat peraturan bupati (perbup) untuk menjembatani pemberian insentif kepada penanam modal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus Harso Widodo mengatakan, saat ini belum ada investor yang melirik lahan bekas Gedung Ngasirah maupun Matahari.
Padahal menurutnya, lahan tersebut sangatlah strategis untuk dibagun pusat perekonomian.
Namun, luasan lahan dinilai investor belum cukup luas.
Menyiasati sepinya investor, Pemkab Kudus membuat langkah untuk menarik investasi.
Pemerintah daerah melakukan pembuatan perbup. Di dalam rancangan aturan ini, dicantumkan kemuduhan investasi dan adanya pemberian insetif investor.
”Perbup ini sudah masuk di bagian hukum dan akan dikonsultasikan kepada provinsi,” jelasnya.
Harso menjelaskan, insetif yang diberikan investor ini adanya pengurangan biaya retribusi, kemudahan izin dalam pendirian bangunan, serta ada kemungkinan diberikan pengurangan biaya sewa lahan.
”Kami juga memberikan fasilitas lain. Dengan hal itu, akan lebih memudahkan investor masuk ke Kudus,” ungkapnya.
Konsep pembangunan di bekas lahan Matahari, Pemkab Kudus telah merencanakan dengan matang. Di bekas lahan tersebut diperuntukkan untuk membangun pusat perbelanja.
Sementara, bekas lahan Gedung Ngasirah pembangunan dilakukan dengan dua konsep. Yakni membangun hotel atau mal terpadu.
”Ketika nanti dibangun, kami tetap mengakomodasi dan menggandeng produk UMKM,” katanya.
Harso menyebut, sempat ada investor yang tertarik di sana. Namun, penyewaan lahan tersebut diluar konsep yang ditawarkan pemkab.
Pemkab akan menyetujui investasi sesuai kajian dan konsep yang telah dilakukan.
Sebab dengan kajian tersebut, akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Termasuk terserapnya tenaga kerja lebih banyak.
Dari pemberitaan sebelumnya, calon investor asal Tiongkok datang ke Kudus untuk survei bekas Gedung Ngasirah dan Matahari.
Selain itu, investor asal Negeri Tirai Bambu itu, juga survei ke Desa Rahtawu, Gebog, Kudus.
Rencananya, calon penanam modal itu, akan membangun kereta gantung.
Namun dari survei tersebut, investor asal Tiongkok itu, belum ada ketertarikan menanamkan investasi di Kudus. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa