KUDUS - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengklaim kenaikan wisata selama libur Lebaran Idulfitri 1445 H menaikkan 20 persen perekonomian masyarakat.
Ia mengatakan, kenaikan kunjungan wisata otomatis berdampak pertumbuhan ekonomi.
Terutama pada pelaku Usaha, Mikro, Kecil Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar objek wisata.
Mulai dari penjual makanan, tempat parkir, toilet umum, ojek wisata, sampai dengan tempat penginapan.
“Kalau prinsip pariwisata, ada peningkatan wisatawan juga ada peningkatan ekonomi di situ,” katanya kemarin.
Pihaknya selalu memonitoring ke beberapa objek wisata untuk tahu perkembangan wisata. Baik dari sarpras maupun kunjungan wisata.
Selain itu, pihaknya juga menggencarkan berbagai program inovasi dan promosi wisata maupun pelaku ekonomi kreatif.
Salah satunya dengan mengajak pihak swasta untuk menggelar pertunjukan.
“Makanya kami juga membuat atraksi wisata. Sehingga wisatawan betah dan daya beli mereka juga ada,” imbuhnya.
Ia menerangkan berbagai upaya sudah dilakukan untuk menarik banyak wisatawan membeli produk UMKM Kudus.
Melalui penjaringan ke pedagang kaki lima (PKL) dan pusat oleh-oleh di tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berupaya menarik investor agar tertarik mengembangkan usaha di sekitar tempat wisata.
“Itu masih menjadi PR menahan wisatawan agar betah berkunjung ke Kudus,” ujarnya. (wat/zen)
Editor : Ali Mustofa