KUDUS - Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tahun ini kembali menyelenggarakan takbir keliling secara meriah.
Warga setempat telah menyiapkan replika mainan raksasa untuk diarak keliling kampung saat malam takbiran Selasa (9/4) malam.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah replika naga berukuran raksasa atau memiliki tinggi dua meter terpasang terpajang di depan rumah warga.
Diperkirakan replika nagatersebut prosesnya hampir mencapai 90 persen.
Sementara replika mainan yang terpantau bermacam-macam bentuknya.
Ada naga berwarna hijau, naga bertempurung kura-kura, tikus raksasa, dan lainya.
Hal itu diungkapkan Sekdes Kutuk, Kodrat Nur Fuad.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan warganya saat menjelang lebaran. Tradisi takbir keliling ini sudah ada sejak 50 tahun lalu dan selalu berinovasi.
Sementara, pada tahun ini peserta yang mengikuti takbir keliling ada sebanyak 20 perwakilan masjid dan musola. Peserta akan menampilkan kreasi mainan yang dibuat.
"Sejak dulu sudah ada mainan (Ogoh-ogoh), bentuknya dulu mulanya masjid. Sekarang tambah kreatif," katanya.
Kodrat menambahkan, proses pembutan mainan ini bisa mencapai satu hingga dia Minggu.
Peserta saling bergotong royong menyelesaikan mainan.
"Biasanya warga kalau mengerjakan malam setelah tarawih. Dan ini hampir selesai semua pengerjaanya," katanya.
Terkait harga pembuatan mainan ini, kata Kodrat bervariasi, harga pembuatan berkisar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.
"Itu belum pernak-pernik seperti lampunya dan tergantung selera peserta," imbuhnya.
Takbir keliling ini rencananya akan dilaksanakan setelah Isya. Peserta akan mengarak mainan raksasa berkeliling kampung.
Titik akhir dari rangkaian kirab ini berada di lapangan Desa Kutuk.
Pada tahun 2023 silam warga sekitar antusias melihat perayaan takbir keliling di Desa Kutuk. Warga juga ada yang datang dari luar Kecamatan Undaan.
Selain beragam replika raksasa, sound horeg khas Jawa Timur juga siap menggempur telinga warga yang datang menyaksikan takbir keliling.
Sekdes Kutuk, Kodrat Nur Fuad mengatakan, penampilan sound horeg akan didatangkan lagi.
Ini akan menjadi tahun ketiga sound horex menggemparkan Desa Kutuk. (gal)
Editor : Dzikrina Abdillah