Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mitos Jembatan Tanggulangin Kudus yang Pantang Dilewati Pejabat, Dipercaya Bisa Lengserkan Kekuasaan

Dzikrina Abdillah • Selasa, 2 April 2024 | 19:50 WIB
Jembatan Tanggulangin Kudus, memiliki mitos yang masih dipercaya hingga pejabat tak berani lewat.
Jembatan Tanggulangin Kudus, memiliki mitos yang masih dipercaya hingga pejabat tak berani lewat.

RADAR KUDUS - Jembatan Tanggulangin merupakan jalur yang menghubungkan Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak.

Jembatan Tanggulangin ini resmi dibuka pada 20 Mei 2019 lalu.

Namun, di balik bentuknya yang megah ternyata Jembatan Tanggulangin memiliki beragam mitos yang dipercaya masyarakat.

Mitos ini berhubungan dengan sejumlah pejabat yang tidak berani melewati jembatan tersebut.

Hal itu lantaran muncul mitos dikalangan masyarakat bahwa pejabat yang melewati jembatan ini itu bisa terkena apes.

Mitos serupa juga ada di kawasan Menara Kudus.

Pejabat yang melewati pintu gerbang depan kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus maka juga akan lengser dari kekuasaan jabatan yang diembannya.

Mitos di Jembatan Tanggulangin dan pintu gerbang depan kompleks Masjid Menara Kudus itu tak terlepas dari kisah tentang Rajah Kalacakra yang dipasang Sunan Kudus.

Konon katanya, Kangjeng Sunan Kudus sangat tidak suka terhadap orang yang sok-sokan berkuasa, serta penguasa yang tak amanah.

Karena itu, Kangjeng Sunan Kudus, memasang ajian Rajah Kalacakra di pintu masuk utama ke area Komplek Masjid Menara dan juga area yang kelak menjadi makamnya.

Dipercaya sesiapa saja yang melintasi pintu yang terpasang Rajah Kalacakra itu, maka kesaktian, kedigdayaan, dan kekuasaannya akan luntur.

Hingga kini kepercayaan tentang Jembatan Tanggulangin Kudus itu masih banyak dipercaya masyarakat.

Karena itu, banyak pejabat yang enggan berziarah ke Makam Sunan Kudus maupun Masjid Menara.

Para pejabat itu takut akan kehilangan kekuasaan dan jabatan yang dimilikinya.

Salah satu pejabat yang enggan melewati Jembatan Tanggulangin Kudus adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Saat hendak berkunjung ke kota di sepanjang jalur Pantura ia menghindari Jembatan Tanggulangin dan memilih melewati jalur alternatif. 

Selain itu, Bupati Kudus Tamzil juga lebih memilih melewati jalan Terengguli Demak menuju ke Jepara baru ke Pendoko Kabupaten Kudus usai dilantik di Semarang. 

Hal serupa juga dilakukan Hartopo atau yang dulu jadi wakinnya sekarang jadi Bupati Kudus.

Ia memilih jalur Semarang Purwodaging Bulung Cangkring Pendopo Kabupaten Kudus untuk sampai ke Pendopo.

Namun, ada pula pejabat yang tetap melewati Jembatan Tanggulangin Kudus.

Seperti Wiranto dan Gus Dur.

Rajah Kalacakra

Sunan Kudus memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Kota Kudus.

Salah satu peninggalan Sunan Kudus yang masih bisa dijumpai adalah Masjid Al-Aqsa atau biasa dikenal dengan nama Masjid Menara Kudu.

Sunan Kudus selain sebagai seorang pendakwah juga dikenal sebagai panglima perang yang sakti.

Ajian Rajah Kalacokra dipasang oleh Sunan Kudus sebagai upayanya memediasi konflik pewaris Dinasti Kerajaan Demak.

Sunan juga ingin menghindarkan Panti Kudus (pesantren yang diasuh Sunan Kudus) dari pengaruh politik.

Rajah yang tertanam di Tanggulangin mirip seperti rajah ‎kalacakra yang ada di Masjid Menara Sunan Kudus.

Rajah pengapesan itu, kata dia, dipercaya mampu membuat apes penguasa yang melintasinya.

Rajah tersebut diketahui ditanam oleh Susan Kudus,

Hingga kini, Sunan Kudus dikenal sakti karena mampu meruntuhkan kerajaan majapahit.

Menurut cerita, pasukan majapahit yang ingin melintasi ‎jembatan tersebut akan terkena apesnya.

Rajah Kalacakra juga disebut ditanam di salah satu gerbang Menara Kudus.

Menara Kudus memiliki empat gerbang.

Dari empat gerbang tersebut, salah satunya memiliki mitos tentang sebuah ajian yang sengaja ditanam oleh Susn Kudus, yaitu Ajian Rajah Kalacakra.

Konon katanya jika seorang pejabat atau petinggi melewati gerbang ini, maka orang tersebut akan turun dari jabatannya.

Meski kebenaran tentang gerbang Rajah Kalacakra ini masih dipertanyakan, masyarakat sekitar tetap mempercayai mitos tersebut hingga saat ini.

Rajah Kalacakra konon ceritanya, itu bisa menurunkan segala macam ilmu pada seseorang, yang dimiliki oleh seseorang.

Dalam beberapa kisah disebutkan, kekuasaan Arya Penangsang, murid kesayangan Sunan Kudus, yang juga Sultan Demak V, runtuh setelah menduduki Rajah Kalscakra.

Benar atau tidak, tentu harus diseliti lebih lanjut.

Editor : Dzikrina Abdillah
#hartopo #majapahit #jembatan tanggulangin #kekuasaan #sunan kudus #lengser #Lewat #jabatan #SBY #pejabat #mitos