KUDUS - Jelang Lebaran, pusat pembelanjaan ramai dipenuhi pembeli.
Salah satunya di Ramayana Mal Kudus.
Kepadatan pembeli bahkan mulai dirasasakan sejak H-14 Hari Raya Idulfitri.
Pembeli berdatangan untuk mendapatkan tren busana kekinian di Ramayana Mal Kudus.
Mulai dari pakaian busana muslim sampai dengan tas dan sepatu, bertema Idul fitri.
Kebanyakan dari pembeli bersama dengan rombongan keluarganya. Saat membeli perlengkapan kebutuhan Lebaran.
Salah satunya, Nur, 14, remaja asal Demak yang membeli setelan baju busana muslimah bersama saudaranya.
Ia mengaku, sengaja membeli pakaian jauh hari agar tidak kehabisan baju bagus.
"Tadi sempat bingung mau beli yang mana. Karena semuanya bagus. Alhamdulillah sekarang sudah dapat satu setel baju, " katanya kemarin.
Supervisor Ramayana Mal Kudus Khairandi mengatakan, jelang Lebaran keramaian pembeli meningkat hingga dua kali lipat dari hari biasanya. Rata-rata pembeli dalam sehari mencapai 2.000 - 3.000 orang.
”Kalau nggak momen Lebaran. Jumlah pembeli yang datang paling di bawah 1.000 orang,” terangnya.
Menurutnya, hampir semua tenan penjualan di Ramayana Mall Kudus ramai pembeli.
Terutama pada tenan pakaian muslim. Pembeli datang rela bejubel dari pagi hingga malam, untuk mendapatkan pakaian terbaiknya.
Memaki pakaian baru saat Lebaran, sudah menjadi tradisi umat muslim di Indonesia dalam memeriahkan hari kemenangan.
"Tentunya karena momentumnya Lebaran yang paling laris tenan bakalan muslim pria dan wanita," imbuhnya.
Ia menyebut, puncak keramaian pembeli diperkirakan akan meningkat hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.
Untuk mengantisipasi tidak kejahatan, pihaknya telah memaksimalkan keamanan ke setiap sisi ruangan.
Selain itu, pengawasan juga diperketat melalui pemantauan CCTV dan satpam yang berkeliling setiap waktunya.
"Kami sudah bekerjasama dengan pihak berwajib. Begitu juga dengan pihak keamanan kami. Mulai dari karyawan hingga security, " jelasnya.
Meski demikian pihaknya tetap menghimbau agar pembeli tetap waspada dalam mengamankan barang berharga.
Termasuk pada anak-anak, karena dikhawatirkan akan hilang saat keramaian pembeli melonjak. (wat/zen)
Editor : Abdul Rokhim