KUDUS – Lalu lintas jalur Kudus-Mayong-Gotri-hingga Demak macet parah.
Kendaraan didominasi truk besar dan tronton. Pengendara terjebak hingga berjam-jam di jalan.
Kemacetan ini akibat banjir terjadi di jalur nasional Jepara-Mijen-Trengguli sejak Senin (18/3) malam hingga kemarin.
Kemacetan itu sejak pengalihan arus Kudus-Jepara-Demak, akibat tanggul jebol di Demak Ahad (17/3). Ditambah jalur nasional Mijen, Demak-Jepara banjir.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan pada Selasa (19/3), kepadatan terlihat mulai dari Jalan Raya Purwogondo menuju arah Gotri.
Kepadatan berlangsung sejak pukul 15.00 Selasa (19/3) hingga kemarin.
Deretan kendaraan yang didominasi truk muatan besar itu mandek jegreg.
Dua lajur sempat penuh pada sore hari saat jam pulang kerja. Lalu saat menjelang Maghrib, kendaraan bergerak sedikit-sedikit.
Banyak supir truk yang memilih untuk meninggalkan kendaraannya untuk istirahat di warung sekitar karena macet. Kemacetan juga turut mengular ke sejumlah jalan alternatif sekitarnya.
Suhadi, warga Jepara mengaku dapat imbas kemacetan itu.
Biasanya Ia hanya menempuh sekitar 30 menit perjalanan dari Jepara Kota menuju Desa Geneng, Kecamatan Batealit.
Namun karena macet, Ia jadi menghabiskan waktu di jalan hingga 3,5 jam.
“Dari Jepara kota 14.30, sampai di rumah jam 18.00. Masih alhamdulillah bisa buka puasa di rumah,” kata Suhadi.
Sementara itu, kemacetan juga terjadi di sekitar jalur alternatif Ketilengsingolelo Kecamatan Welahan.
Baca Juga: Cerita Warga Karanganyar Demak Hadapi Banjir: Pilih Dirikan Tenda, Tiap Hari Makan Mi
Nurul, warga sekitar mengaku terganggu dengan padatnya jalan di depan rumahnya.
“Jalan Raya Welahan sudah macet total. Depan rumah ikut macet isinya bus malam, truk tronton,” jelasnya.
Hal sama juga terjadi dari arah Kudus. Dari pantauan di lapangan kondisi penumpukan arus lalu lintas terjadi di sekitaran perempatan Kencing atau Lingkar Selatan Kudus.
Truk harus berhenti dan tak bergerak cukup lama.
Baca Juga: Ratusan Bonsai Ikuti Kontes Tingkat Nasional di Halaman Dewi Sri Purwodadi, Hadiah Utama Seekor Sapi
Di sisi lain, kondisi arus lalu lintas dari arah Jepara menuju Kudus terpantau lancar. Mobil dan motor berjalan tanpa halangan.
Salah satu sopir truk asal Rembang, Rohim mengaku, sampai di Kabupaten Kudus sekitar pukul 04.30 kemarin, saat itu kondisi lalu lintas tersendat.
Perjalanannya ketika itu baru tiba di Proliman Tanjung.
Kondisi arus lalu lintas yang tersendat membuat ia berjalan pelan.
Truknya yang memuat semen sampai di sekitaran jembatan Kencing pada pukul 13.00.
”Ini imbas dari banjir yang terjadi di Demak, mau cari jalan sudah tidak ada jalan lain,” katanya.
Sementara ia tak memilih jalan alternatif melintasi Purwodadi. Lantaran akan memakan waktu lebih lama. Di samping itu, kondisi jalan juga rusak.
Hal serupa dialami oleh sopir truk, Samiarso. Ia yang memulai perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dimungkinkan empat hari.
Biasanya estimasi perjalanan memakan waktu tiga hari.
Baca Juga: Tegas! Satpol PP Tutup Kafe di Sambong Blora yang Bandel Nekat Buka saat Ramadan
”Kalau ini saya bisa rugi transport. Tadi sampai di Kudus pukul 08.00. Hingga ini (Pukul 13.00) masih antre,” katanya.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Noor Alifi mengatakan, arus lalu lintas di perbatasan Kudus dengan Jepara sampai Rabu (20/3) siang mengalami kemacetan.
Bisa dikatakan tidak bergerak.
”Ini imbas dari kemacetan di seputaran di wilayah Mijen Demak yang mengarah ke Welahan. Serta di wilayah Robayan (Jepara) adanya kendaraan trobel,” katanya.
Kasat Lantas Polres Jepara AKP Dionisius Yudi Christiano mengungkapkan kemacetan bisa terjadi pada pagi, siang sore hingga malam hari.
Malam, sekitar pukul 19.00-22.00 pada waktu kendaraan sumbu tiga keatas yang melintas.
Baca Juga: Mengenal Sosok Erma Ayuningtyas, Perajin Rajut Asal Pati yang Produknya Tembus hingga Irlandia
“Dari Demak-Kudus via Welahan, jalurnya satu saja, adapun jalur alternatif hanya memotong sedikit saja, namun tembus ke Mayong lagi. Secara keseluruhan jalur masih bisa dilalui kendaraan, padat namun tidak stuck,” jelas AKP Dionisius.
Selain itu, dalam rilis Polres Demak, disebutkan Jalan Demak-Jepara mulai macet karena ada banjir di wilayah Mijen Demak.
Satlantas Polres Demak menyarankan pengendara roda dua dan empat untuk melewati jalur alternatif Wedung – Bonang atau sebaliknya, dan dapat melalui jalur Purwodadi – Mranggen – Semarang. (nib/gal/zen)
Editor : Noor Syafaatul Udhma