Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pengungsi Banjir Demak di Kudus Semakin Membludak, BPBD Cari Posko Pengungsian Baru

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 19 Maret 2024 | 17:03 WIB
BERTAHAN: Para pengungsi korban banjir Demak sedang beristirahat di posko pengungsian di JHK kemarin.
BERTAHAN: Para pengungsi korban banjir Demak sedang beristirahat di posko pengungsian di JHK kemarin.

 

 

KUDUS - Pembukaan posko pengungsian bagi warga Kabupaten Demak yang terdampak banjir dilakukan di Kabupaten Kudus.

Ada empat titik posko yang dibuka di Kabupaten Kudus.

Lokasi pembukaan posko pengungsian ini berada di Gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK) dan Pasar Saerah.

Sementara pengungsi Demak yang menempati di Aula DPRD Kudus dan Gedung Graha Mustika digabung dengan pengungsi dari Kabupaten Kudus.

Akan tetapi, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, kondisi posko pengungsian tersebut hampir penuh.

Pihak BPBD Demak akan membuka dan mencari satu posko baru di Kabupaten Kudus.

Edi Supratman, 58 warga Desa Karangnyar, Kabupaten Demak merupakan pengungsi yang menempati gedung JHK.

Ia bersama istrinya sempat berpindah-pindah mencari lokasi pengungsian.

Dia sempat menyambangi Balai Desa Jati Wetan dan DPRD Kudus untuk mengungsi.

Edi kemudian diarahkan relawan untuk langsung menuju JHK.

"Banjir saat Februari lalu saya mengungsi di rumah saudara di Kudus. Namun sekarang memilih JHK karena tidak ingin menyusahkan saudara," ungkapnya.

Sementara terkait kebutuhan logistik pihaknya mengaku sudah tercukupi. Kebutuhan suplai makanan untuk sahur dan berbuka puasa terpenuhi.

Edi menambahkan, rumahnya saat ini tergenang air dari limpasan Sungai Wulan. Ketinggian air di rumahnya berkisar dua meter.

"Banjir datang sekitar Minggu (17/3) pukul 02.00. Kami sebelumnya sudah persiapan untuk mengungsi," jelasnya.

Saat ini kebutuhan yang dirasa Edi sangat mendesak adalah kasur lantai untuk beristirahat.

Selain itu, sabun mandi dan odol juga sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Adi Hastomo mengatakan jumlah pengungsi Kabupaten Demak yang bertahan di Kudus ada sebanyak 1.050 jiwa.

Sementara saat ini pengungsi bertambah 1.100 jiwa.

"Kemungkinan ada perkembangan, di JHK kapasitasnya sudab terisi penuh. Pengungsi mencapai 700 jiwa," katanya.

Melihat kondisi pengungsian yang penuh tersebut, pihak BPBD Demak akan mencari titik posko pengungsian kembali di Kabupaten Kudus.

Rencananya penambahan posko akan dibuka satu titik.

"Untuk kapasitasnya daya tampunya akan berkembang. Tim sedang mencari lokasi," ungkapnya.

Diketahui, banjir melanda Kabupaten Demak pada Minggu (17/3) dini hari.

Banjir akibat jebolan tanggul di Demak tersebut membuat jalan Pantura Kudus-Demak lumpuh.

Sementara ketinggian air bervariasi mulai 2,5 meter hingga 3 meter. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#banjir #demak #pengungsi #posko pengungsian #Kudus #BPBD