KUDUS - Jalan Pantura Kudus-Demak terendam banjir Minggu (17/3).
Hal ini dikarenakan adanya jebolan tanggul di wilayah Demak.
Akibatnya, akses jalan utama tersebut dipastikan terputus.
Dari pantauan di lapangan, Jalan Pantura Kudus Demak terendam banjir.
Ketinggian air di jalan mencapai satu meter.
Sementara di permukiman ketinggian air sekitar tiga meter.
Peristiwa ini terulang kembali seperti pada bulan Februari silam.
Melihat jalan terendam, akses Jalan Pantura Kudus-Demak ditutup untuk sementara waktu.
Kendaraan yang hendak ke Semarang dialihkan sementara waktu ke arah Jepara.
Hal itu diungkapkan KBO Satalntas Polres Kudus, Iptu Noor Alifi.
Ia mengatakan, adanya genangan air di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak sampai saat ini Jalan Pantura tidak bisa dilintasi.
Baik dilintasi oleh sepeda motor maupun mobil.
”Kami sarankan kendaraan kecil yang hendak ke Semarang bisa melintas ke Jepara,” ungkapnya.
Alifi juga menyarankan, kendaraan sumbu tiga atau truk disarankan tidak melintas di wilayah Jepara.
Hal ini untuk mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Jepara.
”Kendaraan bisa melintas di Kabupaten Blora dan Grobogan, sehingga tembus ke wilayah Semarang,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi mengatakan, untuk mengatasi Jalan Pantura yang lumpuh akan dilakukan pengalihan arus.
Pihaknya memikirkan jalan yang aman untuk dilantasi kendaraan sumbu panjang.
”Kami sudah menyiapkan beberapa kantong parkir, yang nanti biar istirahat (Sopir, Red). Karena tidak bisa dipaksa karena lumpuh,” katanya.
Kapolda telah melaporkan banjir yang melanda Kabupaten Demak kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Diharapkan ada penanganan dalam penambalan tanggul di Sungai Wulan.
Pasalnya ia melihat jebolan semaki parah ketimbang sebelumnya.
Widia, salah satu warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar mengaku banjir datang pada Minggu (17/3) sekitar pukul 02.00.
Saat itu ia bersama keluarganya telah bersiap-siap untuk mengungsi.
”Ketinggian air sampai se genting rumah, atau bisa tiga meter,” katanya.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, ada sebanyak 74 desa di 10 kecamatan yang terdampak banjir.
Sementara warga yang terdampak ada sebanyak 75.004 jiwa dan yang mengungsi 4.244 jiwa.
Sementara daftar tanggul yang jebol berada di lima titik. Lokasi pengungsi yang terdampak bajir berada di 24 titik.
BPBD juga mencatat, kebutuhan yang mendesak diperlukan saat ini berupa, sembako, nasi bungkus, tikar, obat-obatan.
Selain itu MPASI, air bersih, pampers, pembalut, pakaian, dan obat nyamuk oles juga masih dibutuhkan di tempat pengungsian. (gal).
Editor : Dzikrina Abdillah