Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masyarakat Kudus Diminta Waspada Dampak Cuaca Ekstrem hingga Pekan Depan

Arika Khoiriya • Minggu, 17 Maret 2024 | 08:00 WIB
Photo
Photo

 

 

 

KUDUS – Hampir genap sepekan wilayah Pati Raya diguyur hujan terus menerus.

Beragam bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang terjadi hingga kemarin.

Cuaca ekstrem ini, diperkirakan berlangsung sampai 18 Maret. Penyebabnya, adanya fenomena gelombang atmosfer dan bibit siklon tropis.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Sukasno mengatakan, faktor pertama cuaca ekstrem ini, karena ada fenomena aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator di sebagian besar wilayah Indonesia.

Termasuk di Jawa Tengah.

Faktor kedua, adanya bibit siklon tropis berjenis 91S di Samudra Hindia sebelah barat daya Banten. Bergerak ke arah tenggara (selatan Pulau Jawa).

”Maka dari itu Kabupaten Kudus dan sekitarnya mengalami cuaca ekstrem. Prediksi hujan lebat masih bisa terjadi sampai 18 Maret," katanya.

Dia menjelaskan, siklon tropis atau badai tropis masih berupa bibit.

Misalkan nanti berubah menjadi siklon, bisa menyebabkan cuaca lebih ekstrem lagi. Namun, pihaknya berharap hal itu tak sampai terjadi.

Siklon tropis dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi.

Di daratan bisa menimbulkan angin kencang dan dapat merusak atau menghancurkan bangunan, jembatan, kendaraan, dan benda-benda lain.

”Siklon tropis itu seperti pusaran angin di laut. Bisa berdampak sampai wilayah sekitar Jawa Tengah," ungkapnya.

Saat ini bibit siklon tropis 915 masih terpantau di Samudra Hindia bagian tenggara. Barat daya Banten.

Dengan kecepatan angin maksimum 25-35 knots dan tekanan udara minimum 996 hPa. Bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia.

Pengaruh yang ditimbulkan dari bibit siklon tropis 91S ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Wilayah yang terdampak, meliputi pesisir selatan Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, dan Selat Ombai.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Ahmad Munaji menyatakan, cuaca ekstrem dengan curah hujan lebat ini, masih akan berlangsung hingga pekan depan. (ark)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#banjir #cuaca akstrem #Kudus #bmkg #angin kencang