Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BPBD Sebut Tiga Wilayah Kecamatan di Kudus Jadi Daerah Rawan Bencana, Mana Saja?

Arika Khoiriya • Kamis, 14 Maret 2024 | 05:35 WIB
DAERAH RAWAN BENCANA : Seorang pengendara sepeda motor saat melewati area longsoran di jalan Desa Rahtawu Kecamatan Gebog.
DAERAH RAWAN BENCANA : Seorang pengendara sepeda motor saat melewati area longsoran di jalan Desa Rahtawu Kecamatan Gebog.

KUDUS -  Kabupaten Kudus diterjang beragam bencana seperti pohon tumbang dan tanah longsor setelah hujan seharian penuh pada Sabtu (8/3) lalu.

Sehingga untuk sementara ini ada tiga wilayah kecamatan yang jadi daerah rawan bencana. Yakni Kecamatan Gebog, Dawe, dan Jekulo.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Ahmad Munaji mengatakan, musim hujan dengan intensitas tinggi dapatt menyebabkan bencana hidrometeorologis basah.

Seperti banjir, tanah longsor. Selain itu hujan deras juga bisa berpotensi dibarengi dengan angin kencang.

"Sabtu (8/3) lalu terdapat tujuh titik bencana tanah longsor, dan juga 10 titik kejadian pohon tumbang," katanya.

Adapun beberapa desa yang saat ini menjadi daerah rawan bencana meliputi, Desa Rahtawu, Menawan Kecamatan Gebog.

Lalu Desa Colo, Kuwukan, Ternadi, Soco, Cranggang, dan Lau Kecamatan Dawe. 

Selain itu, Desa Klaling, dan Honggosoco Kecamatan Jekulo.

"Wilayah tersebut yang sering terjadi kejadian tanah longsor. Terutama wilayah daerah utara seperti Desa Rahtawu itu paling rawan," jelasnya.

Selain itu, untuk kejadian pohon tumbang seringnya terjadi di wilayah Desa Panjang.

Lalu, belum lama ini pohon tumbang juga terjadi di Desa Jurang bahkan menimbulkan satu nyawa melayang.

Banyak faktor yang menyebabkan pohon tumbang.

Mulai dari hujan disertai angin kencang dan faktor kondisi pohon yang sudah tua, lapuk, dan juga struktur tanah

Maka dari itu, pihaknya menegaskan kepada warga berhati-hati dalam berkendara dikala hujan deras, apalagi saat disertai angin kencang.

"Bencana angin kencang atau cuaca ekstrem yang disertai hujan, kata dia, juga dapat menyebabkan rumah roboh atau rusak," ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk antisipasi daerah rawan bencana itu, pihak BPBD Kudus telah berkoordinasi dengan Pemdes beserta pihak kecamatan untuk kesiapan peralatan kebencanaan.

Selain itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan relawan di setiap desa.

”Kami juga bersinergi dengan TNI, Polri, relawan desa. Setiap ada informasi kebencanaan langsung dikomunikasikan lewat Whatsapp dan media sosial,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta pihak desa agar dapat mengoptimalkan fungsi dan peran Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) untuk memberikan edukasi tentang mitigasi bencana di wilayah masing-masing.

Selain itu, menurut data prakiraan cuaca BMKG menyebutkan jika dua hari ke depan, masih berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah pegunungan tengah hingga dataran tinggi, pantura barat, sebagian pantura timur dan sekitarnya pada pagi hingga sore hari. (ark/him)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pohon tumbang #bencana alam #Kudus #BPBD #tanah longsor