Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Mistis Makam Keramat Raden Dewi Ayu Nawangsih Kudus Tentang Sosok Penunggu Pohon Jati

Dzikrina Abdillah • Sabtu, 9 Maret 2024 | 17:12 WIB
LOKASI: Makam Raden Dewi Ayu Nawangsih, Dawe, Kudus.
LOKASI: Makam Raden Dewi Ayu Nawangsih, Dawe, Kudus.

KUDUS - Sebuah area perbukitan Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus terdapat makam keramat Raden Dewi Ayu Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku.

Konon, cerita mistis menyebar di kalangan masyarakat dan masih dipercayai hingga sekarang.

Kawasan makam Raden Dewi Ayu Nawangsih dipenuhi kayu jati yang menjulang tinggi berukuran raksasa.

Meski terlihat suram, area makam tampak ramai didatangi peziarah.

Saat wartawan koran tiba di lokasi, aroma menyan dan kembang semerbak di sekitar area makam.

Seketika membuat orang akan bergidik ketika berlama-lama di sana.

Cerita mistis itu bermula dari kisah cinta terlarang antara Raden Dewi Ayu Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku.

Menurut Ketua Pengurus Makam Punden Masin Sumartono Rekso Tanoyo, Raden Dewi Ayu Nawangsih merupakan putri dari Sunan Muria.

Sedangkan Raden Bagus Rinangku merupakan putra dari Sultan Agung Raja Mataram yang menimba ilmu kepada Sunan Muria.

Raden Dewi Ayu Nawangsih dulunya dikenal seorang wanita yang berparas ayu.

Kecantikannya bahkan meluluhkan hati Raden Bagus Rinangku.

Singkat cerita mereka jatuh saling jatuh cinta.

Akan tetapi jalinan hubungan mereka tidak direstui karena Raden Dewi Ayu Nawangsih sudah dijodohkan dengan seorang kiai bernama Kiai Cibolek.

”Sebenarnya direstui, cuman cara mereka tidak sopan. Karena mereka berdua berpacaran di tempat sepi,” katanya kemarin.

Hingga suatu ketika, Raden Bagus Rinangku ditugasi Sunan Muria untuk menjaga sawah.

Namun, padi itu habis dimakan burung.

Untuk menutupi kesalahannya, Raden Bagus Rinangku meminta Raden Dewi Ayu Nawangsih merahasiakan kejadian itu.

Lalu Raden Dewi Ayu Nawangsih mengatakan pada ayahnya bahwa padi itu tidak dimakan burung.

Namun Sunan Muria tidak percaya dan mengetahui kebohongan itu.

Ia murka dan menembakkan busur ke arah Raden Bagus Rinangku.

Terjadilah insiden Raden Dewi Ayu Nawangsih mencoba melindungi kekasihnya dan mereka berdua meninggal Bersama-sama.

”Karena meninggal kemudian dimakamkan di sini (Desa Kandangmas,Red),” imbuhnya.

Sumartono menyebut, pohon jati yang mengelilingi area makam merupakan murid Sunan Muria yang dulunya disabda karena membangkang.

Sehingga, masyarakat tidak berani satu pun sengaja menebang dan membawa pulang kayu tersebut.

Apabila ada seorang yang mencoba membawa pulang akan terkena sial dan meninggal.

Tidak hanya itu, orang yang mengambil akan dimimpini sosok penunggu pohon jati untuk dikembalikan kayu tersebut ke tempat asalnya.

”Akibat kejadian itu, masyarakat tidak ada yang berani mengambil,” paparnya. (wat)

Editor : Dzikrina Abdillah
#keramat #cerita mistis #Dewi Ayu Nawangsih #makam #Kudus