KUDUS — Pasien demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus membeludak melebihi batas bed.
Bahkan di salah satu rumah sakit di Kudus, pasien terpaksa dirawat di atas kursi roda. Karena seluruh bed atau kasur pasien telah penuh.
Kenaikan pasien DBD juga tajam. Salah satu rumah sakit di Januari menerima 26 pasien. Februari berjumlah 114 pasien.
Salah satu rumah sakit kebanjiran pasien yaitu di RSI Sunan Kudus.
Bahkan, lonjakan pasien sejak November 2023.
Kemudian masuk musim hujan, jumlah pasien semakin meningkat.
Daya tampung atau kapasitas di IGD rumah sakit itu 27 bed. Sekarang kapasitas 40 bed.
Kondisi pada Jumat (8/3), bed terpakai semua.
Direktur RSI Sunan Kudus dr. Ahmad Syaifuddin menjelaskan pasien ada yang di ruang triase (ruang pemeriksaan) berjumlah enam pasien.
Ada permintaan juga dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk meningkatkan tempat tidur (TT).
Pasien yang dirawat di rumah sakit itu karena pancaroba. Seperti demam berdarah.
Pasien DBD di RSI Sunan Kudus mulai November 36 pasien dan Desember 2023 berjumlah 49 pasien.
Kemudian naik pada Januari kemarin 98 pasien. Dan jumlahnya mengalami kenaikan pada Februari 2024 berjumlah 192 pasien. Atau naik dua kali lipat.
Ia mengakui DBD jadi perhatian. Saat ini kasusnya terus meningkat. Per Senin (4/3) hingga Jumat (8/3) jumlah pasien DBD 41 pasien.
”Sebenarnya, selain DBD itu juga ada diare. Rata-rata anak-anak.”
”Mudah-mudahan tidak ada yang meninggal dunia. Meski DBD saat ini trend-nya naik. Memang perlu waspda dan jaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Sama halnya pasien di RS Sarkis. RS itu mengakui kuwalahan mengatasi pasien yang membludak.
Wakil Direktur Pelayanan RS Sarkis dr. Indah Rosiana, mengatakan pasien yang datang ke rumah sakitnya mengeluh pusing, panas, diare, dan lainnya.
”Kapasitas IGD kami 25 bed. Sampai penuh dan kami tidak bisa menolak pasien. Sehingga menggunakan kursi roda. Yang penting pasien tertangani lebih dulu, diinfus, cek kesehatan, hingga mendapatkan tempat tidur atau ruangan,” jelasnya.
Dokter Indah menambahkan, khusus untuk pasien DBD per Maret pekan ini jumlahnya 30 pasien. Sedangkan, pasien DBD Januari sebanyak 26 pasien dan Februari berjumlah 114 pasien.
”Ini kan memasuki musim hujan, tergolong mundur. Biasanya lonjakan pasien terjadi bulan Oktober, November dan Desember.
Berhubung musim hujannya mundur Januari baru mulai, maka lonjakan pasien hingga sekarang masih terus meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pasien di RS Sarkis juga banyak rujukan dari Jepara. Rata-rata pasien DBD.
Diimbau, untuk masyarakat jaga kesehatan dengan pemenuhan nutrisi, istirahat yang cukup dan membersihkan lingkungan sekitar. (san/zen)
Editor : Abdul Rokhim