Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Tradisi Sedekah Sewu Sempol Warga Kandangmas Kudus Mendoakan Leluhur Sambut Ramadan

Noor Syafaatul Udhma • Jumat, 8 Maret 2024 | 23:30 WIB
SEMPOL AYAM: Tradisi sewu sempol menjadi adat masyarakat Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus mengirim doa pada leluhur sebelum puasa Ramadan.
SEMPOL AYAM: Tradisi sewu sempol menjadi adat masyarakat Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus mengirim doa pada leluhur sebelum puasa Ramadan.

KUDUS  - Masyarakat Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus menggelar tradisi sedekah sewu sempol atau seribu sempol ayam.

Tradisi ini diselenggarakan setiap hari kamis terakhir bulan Sya'ban atau Ruwah istilah bulan Jawa.

Kebiasaan ini sudah dilakukan masyarakat dari turun temurun untuk mendoakan leluhur mereka jelang puasa Ramadan.

Baca Juga: Tak Seperti Tahun-tahun Sebelumnya, Disinilah Lokasi Kegiatan Tradisi Dandangan Kudus Digelar

Lokasi sedekah sewu sempol berada di Punden Keramat Raden Dewi Ayu Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku.

Masyarakat membawa sempol dan nasi untuk dikumpulkan menjadi satu.

Sempol yang dikumpulkan ditumpuk ke dalam tampah membentuk gunungan sempol, kemudian didoakan dan dibagikan ke masyarakat kembali untuk dimakan bersama.

Ketua Pengelola Situs Keramat Punden Dukuh Masin yakni Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) Sumartono Rekso Tanoyo, mengatakan sempol ayam yang dimasak dengan cara ingkung merupakan sajian Ruwahan yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat menyambut Ramadan.

"Kalau kirim doa leluhur, orang sini suka membawa ayam ingkung untuk Rasulan saat Ruwahan," katanya kemarin.

Baca Juga: Duh! Ada Rumah Sakit di Kudus Diduga Tak Mampu Bayar Karyawan Standar UMK, Begini Reaksi Dinas

Menurutnya, masyarakat bahkan rela libur kerja hanya untuk mengikuti tradisi sewu sempol.

Sebab, mereka memiliki kepercayaan jika meninggalkan tradisi tersebut akan mendapatkan kesialan.

Selain masyarakat lokal tradisi sewu sempol juga diikuti warga luar daerah. Diantaranya, Demak, Jepara, Pati, Grobogan, dan lain-lain.

"Mereka datang dengan membawa hajat masing-masing. Ada yang meminta rezeki, jodoh, dan kesehatan, " katanya kemarin.

Salah satunya Sri, 57, warga asal Jepara. Ia bersama dengan keluarga mengaku rutin menghadiri tradisi sewu sempol jelang puasa Ramadan.

Sama dengan masyarakat lokal. Perempuan berjilbab itu juga membawa sempol untuk ikut didoakan dan dimakan bersama dengan keluarga, dengan harapan mendapatkan keberkahan dari putri Sunan Muria, Raden Dewi Ayu Nawangsih.

"Ke sini ya karena ingin memint karomah dan berkah wali Allah, " ungkapnya. (wat)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#sunan muria #sempol ayam #ramadan #leluhur #ruwahan #Kudus