Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mahalnya Harga Telur di Kudus, Warga Terpaksa Beli Telur Pecah yang Lebih Terjangkau

Dzikrina Abdillah • Selasa, 5 Maret 2024 | 02:36 WIB
TELUR MAHAL: Pedagang Pasar Bitingan tampak menimbang telur, Senin (4/3).
TELUR MAHAL: Pedagang Pasar Bitingan tampak menimbang telur, Senin (4/3).

KUDUS - Imbas harga telur yang mahal, pembeli di pasar tradisional Kudus mulai mencari telur pecah.

Hal itu dilakukan sebagai alternatif mendapatkan telur dengan harga murah.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di Pasar Bitingan Senin (4/3) harga telur masih stabil tinggi dijual Rp32 ribu per kilogram.

Harga tersebut sudah dirasakan pedagang sejak seminggu lalu.

Namun hingga sekarang tidak kunjung ada perubahan harga.

Hal itu juga turut dirasakan Firoh (24) pedagang telur grosir Pasar Bitingan.

Ia mengatan kenaikan harga telur dibarengi harga pakan ternak yang melonjak.

Tidak hanya itu, produsen telur dari Karanganyar, Demak yang sempat terdampak banjir juga mengalami penurunan produksi.

Akibatnya, stok telur dalam beberapa waktu terakhir menjadi terbatas. 

"Untuk harga Rp 32 ribu per kilogram terbilang mahal, karena standar sebelumnya harga telur Rp 26-27 ribu per kilogram. Tidak sampai Rp 30 ribu per kilogram, " katanya. 

Menurutnya, saat telur mahal pembeli mulai mencari telur pecah, karena dijual dengan harga yang lebih murah daripada telur utuh.

Per butirnya, telur pecah dihargai Rp 1 ribu sedangkan telur utuh Rp 3 ribu. 

"Rata-rata yang mencari telur pecah itu pembeli dari kalangan pedagang. Seperti penjual telur gulung dan rumah makan, " terangnya. 

Sama halnya dengan Firoh, Irma pedagang telur lain Pasar Bitingan juga mengaku memiliki pengalaman sama.

Biasanya, hampir tidak pernah pembeli datang mencari telur pecah.

Ia menyebut, situasi itu terjadi semenjak harga telur naik di pasaran. 

Meski tidak memiliki jumlah banyak, Irma tetap menjual telur pecah kepada pembeli dengan harga murah.

Per kilogram telur pecah ia jual Rp 28 ribu per kilogram, dengan selisih Rp 4 ribu dari telur utuh. 

"Kalau punyaku jarang ada telur pecah. Cuman beberapa hari ini sering ada yang mencari telur pecah. Jika ada saya kasih saja, " ungkapnya. 

Walaupun telur saat ini mahal, tidak mempengaruhi hasil penjualan.

Irma mengatakan, selama memasuki Sya'ban atau Ruwah permintaan telur ikut meningkat hingga 50 persen dari penjualan sebelumnya. 

Kebanyakan pelanggan Irma berasal dari penjual makanan di Dandangan, yang mencari telur dalam ukuran besar. 

"Alhamdulillah selama ada Dandangan bisa habis 2 kuintal. Biasanya sehari saja tidak habis segitu, " paparnya. (wat)

Editor : Dzikrina Abdillah
#harga #telur #naik #pecah #Kudus