KUDUS - Warga Margorejo, Kecamatan Dawe, Kudus yang tergabung dalam Paguyuban Kawula Kasunanan Surakarta Hadiningrat Cabang Kudus menggelar kirab mapak wulan siyam, yang artinya menjemput bulan puasa.
Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Acara itu diikuti 50 orang mengenakan pakaian serba hitam dan berkain jarik khas adat Jawa.
Bagi pria mengenakan blangkon dengan setelan peranakan.
Sementara wanita menggunakan jilbab dan berkebaya.
Masing-masing dari mereka memakai kalung berwarna merah kuning, sebagai lambang identitas kelompok.
Urutan kirab diawali dengan pertunjukkan barongan.
Kemudian diikuti rombongan penunggang kuda oleh putra dari Kanjeng Raden Tumenggung Heru Kristyono Adinagroho, yang saat itu sedang memiliki hajat sunatan.
Barisan selanjutnya, diisi dengan anggota paguyuban dengan membawa payung songsong dan replika keris berukuran raksasa.
Kelompok paguyuban diajak berkeliling desa sepanjang 1 kilometer, dengan rute menuju ke arah barat dan kembali ke tempat kediaman Kanjeng Raden Tumenggung Heru Kristyono Adinagroho.
Ketua Pakasa Cabang Kudus, Kanjeng Raden Arya Panembahan Gilingwesi Hadinagoro mengatakan, kirab mapak wulan siyam merupakan kegiatan pertama dalam menyambut bulan suci Ramadan di Desa Margorejo.
Selain dari masyarakat Kudus, acara itu juga diikuti paguyuban dari daerah Jepara, Pati, dan Demak.
”Tujuannya untuk uri-uri kebudayaan Jawa yang bersumber dari Keraton Surakarta. Insyaallah setiap Ruwah akan diadakan rutin seperti ini,” katanya.
Meski berlangsung sederhana, nampaknya berhasil memancing perhatian warga untuk menyaksikan secara langsung kirab tersebut.
Tidak sedikit dari masyarakat ikut mengabadikan momen itu dengan handphone mereka.
Melihat antusias masyarakat tinggi menjadi perhatian tersendiri bagi Sumirkhan, Kepala Desa Margorejo.
Menurutnya dengan adanya kirab ini menjadi nilai lebih bagi kebudayaan masyarakat setempat.
Pihaknya mengaku mengapresiasi dan berupaya mendukung kebudayaan lokal yang ada di Desa Margorejo.
Sehingga kedepannya dapat menarik minat wisatawan dari luar daerah agar bisa memajukan perekonomian masyarakat.
”Kami sebagai pemerintah desa selalu mendukung tradisi tersebut. Mungkin jika diselenggarakan secara rutin setiap tahun, juga bisa mengangkat UMKM yang ada di Desa Margorejo,” paparnya. (wat/khim)
Editor : Abdul Rokhim