KUDUS – Pembukaan tradisi dandangan berlangsung meriah kemarin.
Dibuka dengan talkshow bertema Recharge bersama Habib Husain Ja’far Al Hadad dan Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie di Pendapa Kabupaten Kudus.
Jika biasanya tradisi dandangan dibuka dengan pemotongan pita dan tabuh beduk, tahun ini berbeda.
Kali ini, dengan mengajak ”pemuda tersesat” -julukan jamaah Habib Ja’far, baik di Kudus dan sekitarnya. Formatnya talkshow.
Dengan begitu, hadirin bisa berdialog dengan habib muda yang popular lewat program Login di Youtube.
Kepada hadirin dalam acara itu, Habib Husain Ja’far menyampaikan kesan pertamanya tiba di Kota Kretek.
Ia mengaku rela meninggalkan shooting channel Youtube Login hanya untuk memenuhi undangan dari sahabat lamanya, Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie.
”Gus Hasan itu teman ngopi saya. Kadang main PS (playstation). Ketika Gus Hasan jadi Pj bupati saya kaget dan bilang innalillahi, karena jadi Pj bupati amanah. Kalau saya sih nggak mau. Jadi habib saja sudah berat, apalagi jadi bupati,” selorohnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan rasa takjub terhadap toleransi dan tradisi di Kudus yang masih terjaga hingga sekarang.
Salah satunya tradisi dandangan. Menurutnya, tradisi ini perlu dijaga dan dirawat anak muda. Melalui transformasi ilmu dan nilai positif.
”Segala tradisi yang positif ini, agar bisa dipahami, dijalankan, dan dipahami oleh anak muda,” katannya kemarin.
Tidak hanya itu, ia menyebut tradisi dandangan bisa menjadi inspirasi kota lain dalam menerapkan kerukunan dan keberagaman sosial.
Sebab, tradisi tersebut mengandung ajaran yang baik yang telah diajarkan Suna Kudus sejak dulu.
”Anak-anak muda Kudus dapat mengenalkan tradisi lewat media sosial kepada Indonesia. Khususnya toleransi,” imbuhnya.
Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie mengungkap, alasan mengajak Habib Ja’far untuk membuka tradisi dandangan ini, karena Habib Ja’far memiliki literasi banyak mengenai toleransi dan keberagaman.
Ia ingin melalui tradisi dandangan ini, masyarakat tidak sekadar memeriahkan, melainkan teredukasi tentang makna dari event tersebut.
”Saya harapkan kehadiran Habib Ja’far bisa menjadi inspirasi anak muda Kudus yang mayoritas santri, agar menorehkan banyak prestasi dan mendakawahkan Islam dengan santun dan toleran,” harapnya. (wat/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma