KUDUS – Pemilik Biro Umrah dan Haji Goldy Mixalmina Zyuhal Laila Nova diamankan oleh polisi Senin (26/2) sore lalu.
Ia dibekuk usai para jamaah melaporkan kasus dugaan penggelapan uang umrah kepada polisi.
Para korban mendatangani Polsek Kota pada Senin (26/2) malam. Kedatangan mereka untuk mediasi atas kasus dugaan penggelapan uang milik Jamaah umrah.
Salah satu korban warga Desa Prambatan Lor, Kaliwungu, Warsita mengatakan, ia sempat ditawari Lila -sapaan akrab Zyuhal Laila Nova- untuk mengikuti program haji pintar.
Dia pun antusias dan mendaftarkan lima orang anggota keluargannya.
Warsita sempat memberi down payment (DP) pembayaran kepada Lila.
Dia membayar program haji tersebut Rp 575 juta. Jika ditaksir pembayaran lunas hampir mencapai Rp 925 juta.
”Terus kelanjutannya bulan Ramadan (nanti) saya lakukan pelunasan terus nanti ada keberangkatan. Tapi saya tanya ke pusat (Goldy Mulia Wisata, Red) ternyata tidak ada program haji pintar," terangnya.
Dia juga mengecek di Kementerian Agama (Kemenag) Kudus terkait perizinan visa tersebut. Namun, untuk pendaftaran visa telah ditutup.
Kapolsek Kota Iptu Subkhan mengatakan, sebelumnya sudah ada tiga perwakilan jamaah yang melaporkan kasus dugaan penipuan dana umrah kepada polisi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya mengamankan Lila di Kudus pada Senin (26/2) sore lalu.
Jejak keberadaan Lila di Indonesia terdeteksi pada Jumat (23/2) sekitar pukul 21.30. Untuk itu, polisi melakukan penelusuran keberadaan pria yang sering bertopi ini.
”Setelah adanya laporan ke Polres, kami bergerak cepat melakukan pelacakan Lila,” ungkapnya.
Dari pemeriksaan awal, Laila memberikan opsi kepada para jamaah.
Antara lain, menjadwalkan ulang keberangkatan umrah atau mengembalikan uang para jamaah.
Namun, dari penjadwalan ulang tersebut, belum ada kepastian hotel di Arab Saudi. Sedangkan untuk ganti rugi, aset Lila masih dalam penelusuran.
Ia meminta para jamaah bersabar. Sebab, kasus ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Kudus.
”Mungkin dalam waktu satu pekan atau 10 hari pihak pengacara melakukan penelusuran aset. Nanti aset yang dijual mana, di mana, nanti kami sampaikan kepada para jamaah,” tambahnya. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa