KUDUS - Nurhalimah, 38 salah satu dari 190-an korban penipuan biro perjalanan umrah dan haji, Goldy Mixalmina dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci.
Jerih payahnya mengais rejeki sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama 10 tahun sirna begitu saja.
Mata Nurhalimah berkaca-kaca usai mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan dari pihak keluarga pelaku pemilik biro umroh dan haji HM Zyuhal Laila Nova di sebuah kafe.
Pasalnya uang hampir Rp 75 juta itu diduga dibawa kabur oleh pemilik biro umrah tersebut.
Secara keseluruhan ditaksir kerugian yang dialami ratusan korban itu hampir mencapai Rp 4 miliar.
TKI yang bekerja di Hongkong ini mengaku, telah mendaftarkan anggota keluarganya untuk berangkat umroh.
Ia dijadwalkan berangkat pada 18 Februari mendatang. Melihat jadwal tersebut akhirnya Halimah mengambil cuti kerja dan pulang ke Indonesia.
Baca Juga: Gus Baha Apresiasi Polri Wujudkan Pemilu Aman dan Damai, Minta Masyarakat Terus Jaga Kerukunan
Usai kepulangannya ke Tanah Air, ia malah mendapatkan kabar yang kurang enak.
Keberangkatan untuk ibadah umrah diundur pada 24 Februari mendatang.
”Saya menemui secara kekeluargaan, mas saya terikat cuti dan pekerjaan. Terus dari pihak biro mbaknya pulang ke Hongkong, nanti balik lagi ke sini,” ungkapnya.
Halimah pun menimpali jawaban pihak biro, perjalanan ke Hongkong bukan seperti ke Kudus menuju Semarang.
Pasalnya memperlukan biaya yang cukup menguras dompet. Serta harus mengurus beberapa regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Berikut Prediksi Nama-nama Caleg yang Lolos ke Kursi DPRD Kabupaten Pati 2024-2029, Siapa Saja?
Ia menjelaskan kecuriagaan bermula, sebelumnya saat mengikuti pelatihan manasik semua jadwal kegiatan jelas.
Namun untuk beberapa waktu terakhir jadwal tersebut malah tidak ada.
Selain itu, untuk pembayaran biasanya ditransfer di rekining CV langsung.
Namun ia diminta mentransfer uang ke rekening pribadi Laila. Korban juga didesak untuk melunasi pembiayaan umroh tersebut.
”Saya ngikutin adek dan ibu saya. Dulu saya tahu di sana sering memberangkatkan jamaah umroh. Saya ya husnudzon dan tidak sudzon sama mereka,” ungkapnya.
Kasus dugaan penipuan ini akan dilaporkan oleh polisi. Nurhalimah berharap ingin uang yang ditabung selama 10 tahun bekerja itu bisa kembali 100 persen.
Baca Juga: Satu Jam Diguyur Hujan Deras, Desa Tanjungkarang Kudus Terendam Banjir
”Niat saya dari awal ingin mengumrahkan orangtua saya. Karena saya ingin mengangkat derajat orangtua saya,” ungkapnya.
Nasib yang sama juga dialami oleh Turikan, warga Desa Hongosoco. Ia dipastikan gagal berangkat umroh.
Jerih payahnya menabung untuk berangkat umroh bersama sang istri sirna lantaran uang diduga dibawa lari pemilik.
”Saya menabung sudah 20 tahun lamanya untuk berangkat umrah, kerja di pabrik rokok kalau malam jual mainan,” ungkapnya sambil menyeka air matanya.
Di samping itu, ia juga merasa malu. Turikan telah menggelar syukuran dan memberitahu kabar keberangkatan umrah kepada tetangga maupun kerabatnya.
Ia berharap ada ikhtikad baik dari Laila dan uangnya bisa kembali sepenuhnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa