KUDUS – Warga Karanganyar, Demak, yang mengungsi di posko pengungsian di Kecamatan Jati, Kudus, mulai berkurang.
Alasan pengungsi yang masih bertahan, karena listrik rumahnya masih padam.
Namun, pagi hari mereka pulang untuk bersih-bersih rumah.
Camat Jati Fiza Akbar mengatakan, jumlah pengungsi yang berkurang di antaranya di posko pengungsian DPRD Kudus.
Baca Juga: Kemacetan di Pantura Kudus-Demak Mengular Sepanjang Tiga Kilometer, Ini Gara-garanya
Awalnya dihuni 412 warga, per tadi pukul 12.00 WIB berkurang menjadi 254 orang atau 89 KK yang masih bertahan di posko itu.
Terdiri dari 109 laki-laki dan 145 perempuan. Satu di antaranya ibu hamil dan ada satu bayi.
Dia menyampaikan, kebutuhan makan bagi pengungsi masih terpenuhi, kendati saat ini memasuki hari ke-12.
”Sampai saat ini ketersediaan logistik masih cukup," ujarnya.
Baca Juga: Gegara Hal Ini, Jalur Pantura Demak-Kudus Diberlakukan Sistem Buka Tutup
"Pemdes (pemerintah desa) juga sudah kami minta, agar mengajukan kebutuhan logistik ke posko Induk Terminal Kudus sebagai bekal pulang para pengungsi,” katanya.
Salah seorang pengungsi asal Karanganyar, Demak, Junihandrianto menyatakan, dia masih memilih bertahan di pengungsian lantaran listrik di rumahnya masih padam.
Dengan begitu, dirinya tidak dapat beraktivitas dengan normal.
”Daripada nanti ada risiko. Jadi, untuk sementara ini masih di pengungsian dulu,” katanya. (ark)
Editor : Ali Mustofa